Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali. FOTO: Medccom.id/Eko Nordiansyah
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali. FOTO: Medccom.id/Eko Nordiansyah

Kekhawatiran Utang Meningkat, G20 Komitmen Bantu Negara Miskin

Eko Nordiansyah • 17 Juli 2022 09:30
Bali: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut para anggota G20 memiliki pandangan bersama soal kenaikan utang negara-negara di dunia. Kendati demikian, dalam pertemuan ketiga FMCBG G20 di Bali tidak ada kesepakatan soal keringanan utang bagi negara miskin.
 
Ia mengatakan kenaikan utang ini tidak hanya dialami negara miskin tetapi juga negara maju dan berkembang. Adapun kenaikan inflasi di negara maju saat ini membuat mereka mulai mengetatkan kebijakan moneter sehingga bisa menyebabkan terjadinya modal keluar dan masalah utang.
 
"Kami juga membahas kerangka kerja untuk membahas utang di negara-negara berpenghasilan rendah dan bagaimana kreditur dan pihak pengutang bisa bernegosiasi masalah utang dan melakukan restrukturisasi," kata dia, dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 16 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri Mulyani menambahkan pembahasan mengenai mekanisme dan kerangka kerja yang efektif untuk bisa membantu negara yang membutuhkan menjadi perhatian para anggota G20. Selain itu, G20 juga berupaya agar masalah ini tidak menimbulkan splill over terhadap ketidakstabilan.
Baca: Ini Komitmen yang Dicapai dari Pertemuan FMCBG G20 di Bali

"Oleh karena itu, diskusi yang dilakukan lebih mengkomunikasikan ini dan apakah ada kerangka kerja bersama yang bisa digunakan negara yang mengalami utang untuk mendapatkan kepastian atau untuk bisa merestrukturisasi utang yang lebih tepat waktu dan efisien," ungkapnya.
 
Meski G20 bukan merupakan forum kreditur, namun kelompok ini memiliki peran untuk mendorong adanya kesepakatan bersama secara global. Dalam hal ini negara-negara yang memberikan banyak pinjaman dan organisasi internasional, IMF dan Bank Dunia untuk bisa mengembangkan komitmen ini.
 
"Tapi G20 memberikan urgensi ke semua pihak agar bisa menghasilkan satu mekanisme untuk bisa menyelesaikan utang yang sekarang dihadapi oleh banyak negara, seperti tiga negara yang disebutkan tadi, tapi ada negara lain yang situasi sulit," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif