Wallstreet. Foto : AFP.
Wallstreet. Foto : AFP.

Wall Street Menguat, Dow Jones Naik 0,23%

Antara • 07 Juli 2022 07:59
New York: Laju saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) karena investor mencerna petunjuk baru tentang pendekatan bank sentral AS terhadap kebijakan suku bunga dan pertarungan melawan inflasi yang dirinci dalam risalah pertemuan Federal Reserve terbaru.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 69,86 poin atau 0,23 persen, menjadi 31.037,68 poin. Indeks S&P 500 naik 13,69 poin atau 0,36 persen, menjadi berakhir di 3.845,08 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 39,61 poin atau 0,35 persen, menjadi 11.361,85 poin.
 
baca juga: Laju Saham Wall Street Bervariasi, S&P dan Nasdaq Naik

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan teknologi masing-masing terdongkrak 1,01 persen dan 0,88 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor energi tergelincir 1,74 persen, menjadikannya kelompok berkinerja terburuk.
 
Setelah aksi jual brutal di pasar ekuitas global pada paruh pertama tahun ini, investor yang terus mencermati tindakan bank sentral saat mereka mencoba menilai dampak kenaikan suku bunga agresif terhadap pertumbuhan global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Investor mendapatkan poin data terbaru ketika risalah pertemuan kebijakan 14-15 Juni merinci bagaimana bank sentral AS diminta untuk melakukan kenaikan suku bunga yang terlalu besar.
 
Risalah tersebut merupakan pernyataan ulang yang tegas dari niat The Fed untuk mengendalikan harga-harga guna mengatasi inflasi yang membandel dan kekhawatiran tentang hilangnya kepercayaan pada kekuatan bank sentral.
 
Kenaikan 0,75 persentase poin yang keluar dari pertemuan itu adalah yang pertama dari ukuran itu sejak 1994. Menurut risalah, para peserta menilai bahwa peningkatan 50 atau 75 basis poin kemungkinan akan sesuai pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini.
 
Sebelum publikasi risalah tersebut, investor telah memperkirakan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan 26-27 Juli mendatang, yang berarti fakta bahwa baik 50 basis poin maupun 75 basis poin menunjuk ke arah Fed yang mengakui dampak kenaikan suku bunganya terhadap perekonomian.
 
Risalah tersebut mencerminkan kekhawatiran peserta tentang kenaikan suku bunga yang memiliki potensi dampak pada pertumbuhan ekonomi.
 
"Saya pikir orang-orang sangat fokus pada tingkat dari kenaikan Federal Reserve, dan perdebatan 50-75 hanya menunjukkan ke mana Anda akan berakhir," kata Kepala Investasi Kekayaan Pribadi di Glenmede Jason Pride dikutip dari Antara, Kamis, 7 Juli 2022.
 
Dia mencatat bahwa kenaikan 50 basis poin akan mengarah ke suku bunga terminal (tingkat suku bunga pada akhir siklus pengetatan kebijakan moneter bank sentral) 3,0 persen, sementara 75 basis poin menunjukkan puncak 3,25 persen atau 3,5 persen. Pada 3,5 persen atau lebih, kemungkinan resesi adalah sekitar 50 persen.
 
Saham Uber Technologies Inc dan DoorDash Inc masing-masing anjlok 4,5 persen dan 7,4 persen, setelah Amazon.com Inc setuju untuk mengambil 2 persen saham di bisnis pengiriman makanan AS Just Eat Takeaway.com yang sedang kesulitan, Grubhub.
 
Rivian Automotive Inc melonjak 10,4 persen setelah pengiriman pembuat kendaraan listrik itu hampir empat kali lipat karena meningkatkan produksi.
 
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 11,31 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,08 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif