Arab Saudi. foto : AFP.
Arab Saudi. foto : AFP.

Saudi Electric Raih Pendanaan USD568 Juta untuk Proyek Konektivitas Listrik dengan Mesir

Arif Wicaksono • 14 Agustus 2022 19:20
Riyadh:  Saudi Electricity Co, perusahaan listrik milik negara Arab Saudi, telah memperoleh pendanaan sebesar USD568 juta untuk mendanai proyek interkoneksi listrik Saudi-Mesir.
 
Dana tersebut, dikutip dari Arabnews, Minggu, 14 Agustus 2022, memiliki jangka waktu 14 tahun, didukung oleh Perusahaan Kredit Ekspor Swedia, Standard Chartered Bank, dan Sumitomo Mitsui Banking Corp.
 
baca juga: Saudi Aramco Siap Kerek Produksi hingga 12 Juta Barel/Hari

Arab Saudi dan Mesir menandatangani perjanjian untuk membangun interkoneksi listrik pada 2012 dengan tujuan menjadi poros utama dalam hubungan listrik Arab, yang bertujuan untuk menciptakan infrastruktur untuk perdagangan listrik antara negara-negara Arab.
 
Pada Oktober tahun lalu, kedua negara menandatangani kontrak untuk proyek interkoneksi listrik senilai USD 1,8 miliar untuk memastikan pertukaran 3.000 MW listrik antara kedua negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pengumuman terpisah, perusahaan utilitas mengumumkan bahwa mereka juga telah memperoleh pinjaman sindikasi sebesar USD 3 miliar dari sejumlah bank internasional.
 
Sebagai bagian dari pinjaman sindikasi lima tahun, perusahaan akan membiayai kembali fasilitas sindikasi internasional yang ada. Ini akan mencakup, tanpa batasan, belanja modal.
 
Entitas pembiayaan termasuk Standard Chartered Bank, HSBC Bank, Intesa Sanpaolo, Mizuho Bank, MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Industrial and Commercial Bank of China, dan State Bank of India.
 
Setelah pengumuman tersebut, saham SEC menutup sesi perdagangan Kamis 0,58 persen lebih tinggi pada SR26,05.
 
Didirikan pada 1999, Saudi Electricity menghasilkan listrik melalui 45 pembangkit listrik dan memiliki jaringan transmisi dan distribusi di seluruh Kerajaan.
 
Dimiliki mayoritas oleh pemerintah sebesar 74,3 persen, sedangkan Saudi Aramco memiliki 6,9 persen. Dalam laporan pendapatan terakhir oleh perusahaan, dilaporkan penurunan laba 10 persen menjadi SR1,5 miliar untuk kuartal pertama 2022.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif