Hong Kong menjadi kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Foto: AFP/Isaac Lawrence.
Hong Kong menjadi kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Foto: AFP/Isaac Lawrence.

10 Kota dengan Biaya Hidup Tertinggi di Dunia, Indonesia Termasuk?

Medcom • 01 Juli 2022 16:00
Jakarta: Sebuah survei dari Mercer mengeluarkan urutan kota-kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia. Hal ini didasari oleh dinamika global seperti pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.
 
Melansir Forbes, Jumat, 1 Juli 2022, Mercer membandingkan lebih dari 200 item sebagai bahan penelitian, yang meliputi harga perumahan, makanan, barang-barang rumah tangga, dan lainnya. Data-data tersebut dikumpulkan dari 400 kota besar di dunia.

Berikut daftar kota-kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia:

  1. Hong Kong.
  2. Zurich (Swiss).
  3. Jenewa (Swiss).
  4. Basel (Swiss).
  5. Bern (Swiss).
  6. Tel Aviv (Israel).
  7. New York (Amerika Serikat).
  8. Singapura (Singapura).
  9. Tokyo (Jepang).
  10. Beijing (Tiongkok).
Faktor utama yang memengaruhi perubahan biaya hidup adalah covid-19. Pandemi memungkinkan para pekerja di seluruh dunia untuk bekerja jarak jauh dan memberikan proyeksi mengenai sejauh mana mereka dapat menghabiskan uang.
 
Selain pandemi covid-19, faktor lain yang tidak kalah penting adalah perang Rusia-Ukraina. Invasi Rusia terhadap Ukraina secara tidak langsung berpengaruh pada nilai tukar dan inflasi yang pada akhirnya berimbas ke pengurangan gaji dan tabungan pekerja. Di Amerika Serikat, hal tersebut sudah memengaruhi harga perumahan di beberapa wilayah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maraknya sistem kerja jarak jauh dapat menguntungkan daerah-daerah suburban atau pinggiran yang jauh dari kota-kota besar.
 
Baca juga: Wow! Harta Miliarder Dunia Justru Cetak Rekor saat Pandemi Covid-19

Profesor ekonomi dari University of Southern California Matthew Kahn yang juga dikenal sebagai penulis buku tentang bagaimana sistem kerja jarak jauh menilai, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan sistem kerja ini akan bertahan lama. Hal tersebut karena perusahaan-perusahaan besar yang mengutamakan profit juga harus menaruh perhatian pada tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan pekerjanya.
 
"Jika Anda hanya perlu datang ke kantor sebanyak dua kali dalam seminggu, atau bahkan kurang, maka Anda dapat tinggal jauh. Anda bisa tinggal 80 mil, 100 mil, atau lebih jauh lagi dari pusat kota," ujar Kahn.
 
Kahn menjelaskan, pekerja saat ini tidak hanya menaruh fokus pada harga dan biaya hidup di sekitar tempat tinggal mereka. Kesejahteraan dan kualitas hidup juga menjadi faktor penting yang kini dipertimbangkan oleh mereka ketika mencari lokasi hunian. (Diza Shafira Wardoyo)
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif