Direktur Utama TubanPetro Sukriyanto (kedua kiri). Foto: dok istimewa.
Direktur Utama TubanPetro Sukriyanto (kedua kiri). Foto: dok istimewa.

Upaya TubanPetro Pulihkan Keuangan Perusahaan

Ekonomi tuban petro / tppi
Nia Deviyana • 18 Oktober 2019 23:47
Jakarta: PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) telah memiliki rencana pengembangan untuk memulihkan keuangan perusahaan. Langkah ini dilakukan setelah pemerintah resmi menguasai 95,9 persen kepemilikan saham perusahaan sebagai upaya restrukturisasi utang Multi Years Bond (MYB)sebesar Rp3,3 triliun.
 
Direktur Utama TubanPetro Sukriyanto mengatakan, untuk tahap pertama yang dilakukan TubanPetro adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi PT Polytama Propindo selaku anak usaha.
 
"Rencana pengembangan sebenarnya kita sudah punya dari tahun lalu, dan ini (meningkatkan kapasitas) kita dorong dari 240 ribu metrik per ton menjadi 300 ribu metrik per ton. Akan diresmikan produksi pertama oleh Pak Isa (Direktur DJKN) pekan depan," ujar Sukriyanto di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, TubanPetro juga akan memproduksi propylene sendiri mengingat produk tersebut sangat sulit dicari. "Kita akan membuat pabrik bahan baku propylene sendiri dengan bahan propan atau gas alam sehingga biaya produksinya murah. Tapi kita masih atur apakah ini akan dikerjakan PT PON atau PT Polytama," tuturnya.
 
TubanPetro juga berencana memperluas pabrik milik PT Polytama karena pasarnya yang masih luas. Langkah keempat, TubanPetro akan menyelesaikan integrasi dengan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dalam membangun pabrik olefin.
 
Sukriyanto bilang, dengan memiliki pabrik olefin bisa menekan impor. Jika sesuai rencana, pabrik diharapkan sudah bisa memenuhi kebutuhan olefin dalam negeri pada 3-4 tahun mendatang.
 
"Kalau kita melihat ke depan 3-4 tahun sepertinya lama, tapi kalau enggak dari sekarang kita impor terus makin kewalahan," papar dia.
 
Untuk pengembangan proyek-proyek di atas, TubanPetro membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Untuk penyelesaian pabrik propylene saja, dibutuhkan dana sebesar USD400 juta.
 
"Sedangkan untuk pabrik PT Polytama kedua sekitar USD300 juta dolar," kata Sukriyanto.
 
Selain itu, TubanPetro juga memerlukan modal kerja sebesar USD17,5 juta untuk menambah kapasitas produksi PT Polytama. Serta investasi sebesar USD5 miliar-USD6 miliar untuk pengembangan olefin.
 
"Nilainya memang besar besar, tapi kalau tidak dilakukan efek impornya luar biasa. Secara market, prospeknya masih sangat baik," pungkasnya.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif