Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

PGN Usul Harga LNG Khusus Dalam Negeri

Ekonomi lng perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 17 Oktober 2019 20:29
Surabaya: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memandang perlu ada kebijakan harga khusus untuk gas alam cair (liquified natural gas/LNG) jatah dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) atau pasar dalam negeri terutama bagi sektor industri.
 
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan kebijakan tersebut diperlukan untuk menggenjot pemanfaatan gas bumi demi menekan subsidi energi. Selain itu gas bumi berupa LNG dianggap cocok untuk ditingkatkan penggunaannya lantaran cocok dikembangkan di tanah air yang memiliki geografis negara kepulauan.
 
"Dengan karakteristik cadangan-cadangan baru yang lebih cocok ditransportasikan dengan basis LNG dan uncommitted LNG yang belum terserap secara maksimal, tampaknya pasar domestik membutuhkan kebijakan DMO LNG agar konsumen domestik dapat diproteksi guna meningkatkan daya saing dengan pasar ekspor," kata Rachmat di Surabaya, Kamis, 17 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan DMO LNG, sebutnya, maka konsumen domestik bisa mendapatkan keekonomian harga hilir yang lebih kompetitif. Harganya pun tidak disamakan dengan harga gas ekspor.
 
"Ini untuk pengembangan LNG yang baru tapi. Kalau yang udah commited sekarang memang agak sulit," kata Rachmat.
 
Usulan adanya DMO gas ini sebenarnya tidak hanya disuarakan oleh PGN, PT PLN (Persero) juga tidak jarang menyuarakannya. Terlebih gas menjadi salah satu bauran energi utama pembangkit listrik setelah batu bara.
 
Di sisi lain, PGN mengklaim siap untuk memenuhi pasokan gas. Bahkan PGN mengupayakan untuk mengintegrasikan infrastruktur gas di Trans Jawa dan Sumatra. Sehingga keandalan pasokan gas bumi kian meningkat diiringi perluasan pasar guna utilisasi gas bumi domestik.
 
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan terkoneksinya jaringan infrastruktur gas Trans Jawa dan Sumatra praktis tinggal menyisakan pipa Cirebon-Semarang dan Medan-Dumai.
 
Sesuai rencana kerja PGN hingga 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer dan 500 kilometer. Lalu, tujuh LNG filling station untuk truk/kapal, lima floating storage regasification unit (FSRU), 3,59 juta sambungan rumah tangga, dan 17 fasilitas liquid natural gas (LNG) untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangkau wilayah geografis dengan karakterisktik kepulauan di seluruh Indonesia.
 
"Pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi adalah keniscayaan untuk mencapai target bauran energi seperti yang ditargetkan pemerintah," jelas Rachmat.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif