Kilang Tuban. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf.
Kilang Tuban. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf.

Usai JVA, Pertamina dan Rosneft Setor Deposit USD200 Juta

Ekonomi kilang tuban
Annisa ayu artanti • 30 Oktober 2016 14:41
medcom.id, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan setelah menandatangani Joint Venture Agreement (JVA) dengan Rosneft, kedua perusahaan tersebut langsung menyerahkan deposit sebesar USD200 juta sebagai bentuk keseriusan pelaksanaan proyek New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban.
 
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan, Pertamina dan Rosneft terus bekerja cepat untuk merealisasikan megaproyek NGRR Tuban, di Jawa Timur.
 
Baca : Pertamina-Rosneft Bentuk JV Bangun Kilang Tuban
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada 5 Oktober lalu JVA Tuban ditandatangani setelah melalui proses negosiasi 28 jam non stop dan momentum ini sangat bersejarah, termasuk bagi Pertamina. Pertamina dan Rosneft yang berkomitmen tinggi untuk tidak menunda-nunda pelaksanaan setiap tahapan proyek sehingga kesepakatan pun dapat ditandatangani,” kata Hardadi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (30/10/2016).
 
Sebagai bukti konkretnya, lanjut dia, Pertamina dan Rosneft langsung menyetorkan deposit masing-masing USD200 juta sebagai milestone penting kerjasama kedua perusahaan di NGRR Tuban.
 
Rosneft juga telah menyepakati untuk memberikan opsi kepada Pertamina berupa lapangan migas dengan tingkat produksi tidak kurang dari 30 ribu barel setara minyak dan dengan cadangan tidak kurang dari 200 juta barel setara minyak.
 
“Kesepakatan ini penting bagi Pertamina dan ketahanan energi nasional yang sangat membutuhkan tambahan produksi migas untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat,” jelas dia.
 
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, berdasarkan JVA, komposisi kepemilikan saham pada perusahaan patungan ditetapkan 45 persen untuk Rosneft dan 55 persen untuk Pertamina.
 
baca : Bangun Kilang Bontang & Tuban Rogoh Kocek USD27 Miliar
 
JVA juga mengatur mengenai manajemen perusahaan patungan, dan tata kelola, bahan baku, pemasaran dan offtake, prinsip-prinsip pendanaan, SDM, standard clauses, dan langkah-langkah lebih lanjut untuk pelaksanaannya.
 
Para pihak sedang melaksanakan bankable feasibility study (BFS) proyek, sedangkan keputusan investasi akhir (FID) proyek tersebut akan dilakukan setelah hasil BFS, desain teknik dasar (BED) dan front end engineering design (FEED).
 
Kapasitas desain pengolahan primer di GRR Tuban adalah 300 ribu barel per hari dengan kompleksitas kilang di atas 9 NCI (Nelson Complexity Index) dan karakteristik produk level Euro 5.
 
Bahan baku akan diperoleh dari minyak mentah sour impor dengan grade medium dan heavy. Pada proyek ini juga akan dibangun unit catalytic cracker berskala besar serta kompleks petrokimia. GRR Tuban juga didesain untuk dapat menerima VLCC supertanker dengan bobot mati hingga 300 ribu ton.
 
“Kami terus berupaya dengan kerja terbaik dan cepat untuk dapat merealisasikan proyek yang sangat positif bagi ketahanan energi nasional ini karena akan mengurangi ketergantungan terhadap produk BBM impor,” kata Wianda.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif