Ilustrasi amnesti pajak. (Foto: MI/Panca Syurkani).
Ilustrasi amnesti pajak. (Foto: MI/Panca Syurkani).

CORE Taruh Target Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5,2%

Suci Sedya Utami • 23 November 2016 16:53
medcom.id, Jakarta: Center of Reform on Economics (CORE) menaruh optimisme tinggi pada target pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,2 persen di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. Angka ini lebih tinggi dibanding asumsi pemerintah 5,1 persen.
 
Hal tersebut disampaikan Ekonom dan Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini dalam acara CORE Economic Outlook 2017 dengan tema opportunities behind uncentertainties.
 
"Kami 2017 pertumbuhan ekonomi bisa sampai 5,2 persen. Ada beberapa prasyarat, tapi ini prediksi yang semestinya tidak terlalu optimistis," kata Hendri di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2016).



 
Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi swasta yang diperkirakan tumbuh 5,1 persen, konsumsi pemerintah lima persen. Sementara investasi tetap bruto akan dapat mencapai 5,5 persen sejalan dengan terus membaiknya iklim investasi domestik. Ekspor diperkirakan tumbuh hingga 0,8 persen sejalan dengan membaiknya permintaan beberapa negara tujuan ekspor dan membaiknya sejumlah harga komoditas.
 
Sementara itu, Peneliti CORE Mohammad Faisal menjelaskan sektor yang menjadi pendorong pertumbuhan tahun depan. Menurutnya ada empat faktor yakni pertama jasa keuangan diprediksi akan terus tumbuh di atas 10 persen. Kedua telekomunikasi, dia bilang prospek sektor ini tahun depan sangat cerah dan terus menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Diperkirakan ada dikisaran 8-10 persen.
 
Baca: Jokowi Masih Optimistis dengan Perekonomian RI di Masa Mendatang
 
Ketiga yakni energi yang berpotensi menemukan keseimbangan baru. Apalagi adanya holding migas bisa berdampak baik.
 
Terakhir yakni sektor pariwisata, Faisal menjelaskan bisnis pariwisata alam beberapa tahun terakhir terbukti mampu bertahan di tengah perlambatan ekonomi dan tetap kuat manakala banyak sektor yang mengalami kontraksi. Tahun depan, bisnis ini sangat berpotensi berkembang lebih baik.
 
"Wisman terus tumbuh konsisten, di 2019 sebesar 20 juta wisman, masih jauh saya rasa. 2017 hanya 12,5 juta jiwa. Memang lebih cepat, tapi belum akan capai target yang ditetapkan," jelas Faisal.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan