Ilustrasi transformasi digital. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi transformasi digital. Foto: Medcom.id.

Cara Mulai Transformasi Digital Bisnis dengan Baik

Arif Wicaksono • 14 Januari 2026 12:08
Jakarta: Transformasi digital kerap dipahami secara sederhana sebagai pemanfaatan teknologi untuk mempermudah aktivitas, misalnya menyimpan data di komputer atau memindahkan dokumen ke folder online. Namun dalam konteks bisnis, makna transformasi digital jauh lebih luas.
 
Transformasi digital bukan sekadar mengubah proses offline menjadi online, melainkan membangun sistem bisnis yang berbasis data, terintegrasi, dan siap berkembang. Di tengah pergerakan pasar yang semakin cepat, bisnis dituntut untuk bergerak lebih gesit, efisien, dan presisi dalam mengambil keputusan.
 
Baca juga: Era Chatbot Berakhir, Selamat Datang Agen AI

Masalahnya, banyak bisnis masih bergantung pada proses manual, data yang tersebar di berbagai tempat, serta sistem yang tidak saling terhubung. Kondisi ini kerap menjadi penghambat utama dalam menjaga ritme kerja dan mengoptimalkan pertumbuhan bisnis.
Memulai transformasi digital secara bertahap
 
Transformasi digital bukan proses instan. Pebisnis dapat memulainya secara bertahap, dengan fokus pada fondasi yang paling krusial. Tujuannya bukan hanya untuk bertahan, tetapi untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi proses inti bisnis, seperti penjualan, keuangan, dan operasional. Area-area ini biasanya paling terdampak oleh ketidakteraturan data dan proses manual, sehingga menjadi titik awal yang ideal untuk digitalisasi.
 
Selanjutnya, bisnis perlu memusatkan data dalam satu sistem terpadu. Konsep Single Source of Truth (SSOT) menjadi kunci agar seluruh informasi bisnis selalu konsisten, akurat, dan mudah diakses oleh berbagai fungsi dalam perusahaan. Dalam memilih sistem pendukung transformasi digital, setidaknya ada tiga kriteria utama yang perlu diperhatikan:
 
- Usable: Sistem harus mudah dipahami, intuitif, dan dapat mengikuti perkembangan bisnis.
- Lengkap: Idealnya, satu sistem mampu menangani berbagai proses bisnis tanpa harus bergantung pada banyak software terpisah.
- Terintegrasi: Keterhubungan antar data dan fungsi bisnis akan memudahkan pemantauan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan.

Peran ERP dalam transformasi bisnis

Saat ini, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui sistem ERP (Enterprise Resource Planning), yang dirancang untuk mengelola berbagai proses bisnis dalam satu platform. Salah satu ERP yang dapat digunakan oleh bisnis dari skala kecil hingga enterprise adalah Odoo.
 
Direktur PT Odoo Software Indonesia, Benny Putra Sugito, mengatakan bahwa Indonesia memiliki jutaan perusahaan dengan semangat wirausaha yang tinggi, namun banyak di antaranya masih terjebak dalam pengelolaan bisnis manual.
 
“Jutaan perusahaan di Indonesia membuktikan semangat wirausaha yang luar biasa. Sayangnya, banyak yang masih terjebak pengelolaan bisnis manual yang menghambat potensi mereka, ” ujar Benny.
 
Odoo merupakan platform manajemen bisnis all-in-one yang mengintegrasikan berbagai fungsi, mulai dari CRM, penjualan, akuntansi, inventaris, manufaktur, hingga sumber daya manusia, dalam satu sistem terpadu.
 
Dengan data yang terpusat, bisnis dapat bekerja lebih rapi dan efisien. Pada versi terbarunya, Odoo juga dilengkapi dengan AI bawaan yang mendukung otomatisasi tugas rutin, pencarian data yang lebih cepat, serta peningkatan produktivitas tim.
 
Pendekatan modular yang ditawarkan Odoo memungkinkan bisnis memulai dari kebutuhan dasar terlebih dahulu, kemudian menambah fitur sesuai dengan pertumbuhan dan kompleksitas usaha. Pada akhirnya, transformasi digital yang baik bukan soal teknologi semata, melainkan bagaimana bisnis membangun sistem yang tepat untuk bergerak lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan