Kecerdasan Buatan. Foto: Medcom.id.
Kecerdasan Buatan. Foto: Medcom.id.

AI Ramai Dipakai, Tapi Cuma 12% yang Beneran Ngaruh ke Bisnis

Arif Wicaksono • 21 April 2026 13:27
Ringkasnya gini..
  • Regional Lead BytePlus untuk Indonesia dan Malaysia, Leon Chen, mengungkapkan tingkat adopsi kecerdasan buatan di Indonesia sudah mencapai 96 persen.
  • Meski demikian, hanya sekitar 12 persen yang benar-benar memberikan dampak bisnis yang signifikan.
Jakarta: Penggunaan kecerdasan buatan di Indonesia terus meningkat pesat. Namun, pemanfaatannya yang benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi bisnis masih tergolong rendah.
 
Perusahaan teknologi BytePlus memperkenalkan berbagai solusi kecerdasan buatan terbaru untuk mendorong transformasi digital lintas sektor, mulai dari e-commerce, perusahaan digital native, media, hingga layanan publik.
 
Baca juga:    Agentic AI Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia            

Regional Lead BytePlus untuk Indonesia dan Malaysia, Leon Chen, mengungkapkan  tingkat adopsi kecerdasan buatan di Indonesia sudah mencapai 96 persen. Meski demikian, hanya sekitar 12 persen yang benar-benar memberikan dampak bisnis yang signifikan.
 
Menurutnya, tantangan utama bukan lagi pada adopsi awal, melainkan bagaimana perusahaan bisa memaksimalkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai ekonomi. Ia menilai teknologi ini berperan sebagai pendorong inovasi sekaligus pertumbuhan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui ajang BytePlus AI Day Indonesia 2026, di mana BytePlus memperkenalkan sejumlah solusi berbasis kecerdasan buatan.
 
Salah satu produk unggulan adalah BytePlus ModelArk, platform terpadu untuk large language models (LLM). Platform ini memungkinkan pengembang memilih dan mengintegrasikan berbagai model kecerdasan buatan untuk beragam kebutuhan, mulai dari chatbot hingga konten yang dipersonalisasi.
 
Selain itu, BytePlus juga menghadirkan rangkaian model Seed, seperti Dola Seed 2.0 untuk kemampuan penalaran, Dreamina Seedance 2.0 untuk pembuatan video dinamis, serta Dola Seedream 5.0 yang mampu menghasilkan gambar dari perintah bahasa alami. Teknologi ini dirancang untuk membantu perusahaan dan layanan publik mengembangkan pengalaman digital berbasis kecerdasan buatan secara lebih efisien.
 
Di Indonesia, implementasi kecerdasan buatan mulai terlihat pada sektor transportasi publik.
Transjakarta telah memanfaatkan chatbot berbasis AI untuk meningkatkan layanan penumpang.
 
Direktur Sistem Teknologi Informasi dan Pelayanan Transjakarta, Raditya Maulana Rusdi, menjelaskan bahwa pengguna kini dapat mengakses informasi rute, jadwal, dan layanan secara cepat melalui interaksi berbasis bahasa alami. Penerapan kecerdasan buatan ini juga mampu memangkas waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan hingga 93,82 persen di berbagai platform digital.
 
Sementara itu, Volantis Technology memanfaatkan platform ModelArk untuk mengolah data besar yang sebelumnya tersebar menjadi solusi berbasis kecerdasan buatan yang lebih terintegrasi.
 
Co-Founder dan CTO Volantis Technology, Habib Rosyad, menyebut pendekatan ini memungkinkan otomatisasi proses yang kompleks, pengelolaan data berbasis AI, hingga kurasi konten pelanggan dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan model premium lainnya.
 
Ke depan, kecerdasan buatan dinilai bukan sekadar alat teknologi, melainkan strategi utama untuk meningkatkan daya saing. Perusahaan yang mampu mengoptimalkan penggunaan AI secara konkret diperkirakan akan lebih unggul dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan