Ilustrasi Gojek Indonesia - - Foto: dok MI
Ilustrasi Gojek Indonesia - - Foto: dok MI

Transaksi Online Melonjak, Cek Sistem Keamanan Berlapis Gojek

Ekonomi transaksi non tunai gojek pandemi covid-19 layanan digital
Desi Angriani • 16 Oktober 2020 11:39
Jakarta: Penggunaan transaksionlinemeningkat drastis di masa pandemi covid-19. Hal ini seiring imbauan bekerja dari rumah serta menjaga jarak sosial selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.
 
Saat beraktivitas di rumah, mayoritas masyarakat gemar berbelanja daring untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk memesan makanan via aplikasi ojekonline.
 
Perubahan kebiasaan itu terekam dalam survei Mckinsey. Tercatat, sebanyak 34 persen masyarakat Indonesia makin sering berbelanja makanan secaraonline, dan 30 persen lainnya berbelanja kebutuhan pokok via daring. Kemudian 72 persen berencana tetap memanfaatkanmarketplacedi masa tatanan normal baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan transaksi digital sebesar 37,8 persen secara tahunan (yoy). Transaksi ini mencakup transaksi digital banking dan transfer. Penggunaan uang elektronik pun meningkat 24,42 persen (yoy), sedangkan penggunaan kartu debit menurun 18,9 persen (yoy).
 
Seiring melonjaknya transaksi digital, potensi penipuan daring pun meningkat. Khususnya menyasar kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan akan barang medis. Peneliti dari Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Seno Hartono mengungkapkan pengetahuan yang minim mengenai keamanan daring akan memperbesar potensi kejahatanonline.
 
Teknik manipulasi psikologis ini, kata dia, bersifat sederhana, tanpa harus meretas sistem keamanan. Teknik lama tersebut menyasar pengguna yang kurang waspada dan memancing korban untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu ATM, hingga password dengan mengatasnamakan lembaga resmi.
 
"Kami mengamati selama masa pandemi penipuan jenis ini tetap ada dan cenderung meningkat. Sekarang mereka biasanya mengatasnamakan aplikasi tertentu atau lembaga tertentu, kalau dulu modusnya mama minta pulsa atau saudara sedang sakit,” ungkapnya dalam diskusi virtual #AmanBersamaGojek pada Jumat, 18 September 2020 lalu.
 
Lantas bagaimanakah upaya Gojek meningkatkan sistem keamanannya selama pandemi?
 
Sistem keamanan Gojek mulai ditingkatkan dengan menggunakan keamanan berlapis melalui Gojek SHIELD. Teknologi keamanan kelas dunia ini diterapkan di seluruh aplikasi untuk konsumen, merchant,dan mitra driver.
 
Senior Vice President IT Governance, Risk & Compliance GoPayGenesha Saputra mengungkapkan penerapan Gojek SHIELD dapat mencegah aksi penipuan bermodus manipulasi psikologis lantaran adanya verifikasi PIN dan intervensichatberbasisartificial intelligence(AL).
 
"Sistem kami diamankan dengan Gojek SHIELD, yaitu teknologi keamanan kelas dunia yang menjamin keamanan pengguna saat menggunakan aplikasi Gojek," ujar Genesha dalam konferensi pers, Kamis 28 Mei 2020.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif