Ilustrasi digital start up. Foto : AFP.
Ilustrasi digital start up. Foto : AFP.

Startup Digital Titik Balik Kebangkitan Desa dan UMKM Indonesia

Ekonomi UMKM Kementerian Koperasi dan UKM start up technology
Antara • 20 Oktober 2020 18:50
Jakarta: Startup, wirausaha muda, dan UMKM, yang terus berinovasi dalam kesunyian diam-diam adalah solusi bagi persoalan bangsa ini di tengah pandemi. Mereka ibarat secercah cahaya di lorong gelap yang layak untuk diikuti arah datangnya menuju terang yang sesungguhnya.
 
Terlebih Indonesia saat ini dianggap sebagai negara yang berpotensi menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Diperkirakan pada 2025, nilai transaksi ekonomi digital diproyeksikan mencapai USD133 miliar atau sekitar Rp1.826 triliun.
 
Namun, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan saat ini baru 10,25 juta UMKM hadir dalam platform digital atau 16 persen dari total populasi UMKM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal ia sendiri meyakini hanya mereka yang terakses pada dunia digital yang akan bisa bertahan bahkan berkembang di tengah pandemi ini. Oleh karena itu, Teten menilai pentingnya untuk mendorong lebih banyak UMKM terakses digital dan menciptakan startup digital baru di Indonesia.
 
Terlebih saat ini berbagai kemudahan memungkinkan hal itu terjadi. Ia mencontohkan UU Cipta Kerja misalnya, yang akan begitu mudah mendukung percepatan digitalisasi UMKM.
 
"Ini bisa dengan memberikan kemudahan melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan sistem/aplikasi di setiap lini bisnis proses UMKM dan inkubasi bisnis untuk menciptakan UMKM berbasis inovasi dan teknologi," katanya dikutip dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Ia meyakini bahwa startup dan UMKM yang dipersenjatai dengan teknologi tinggi inilah yang akan membawa bangsa ini bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi covid-19.
 
Potensi startup
 
Pengamat bisnis dan industri startup yang juga Business Representative dari VC FasterCapital Karim Taslim menilai potensi berkembangnya startup di Indonesia masih sangat besar.
 
Tren startup di Indonesia masih baru sebatas implementasi produk, pemberian layanan purna jual, dan pemasaran demi mendapatkan pertumbuhan yang pesat. Hal ini masih jauh dari kata inovasi mengingat penerapan teknologi hanya untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan dasar.
 
Karim melihat sekitar 3-4 tahun yang lalu, perkembangan startup di Indonesia masih didominasi oleh Startup e-Commerce. Dalam beberapa tahun terakhir, mulai diikuti oleh Startup Transportasi Online, Startup Educational, Startup Fintech, Startup Kesehatan, hingga Startup On Demand Services.
 
Ketika dunia dihadapkan pada wabah pandemi covid-19, tidak terkecuali Indonesia, perkembangan startup menghadapi tantangan sekaligus mendapatkan momentum yang tak terduga.
 
Ada bidang-bidang tertentu yang terdampak sangat parah, bahkan beberapa startup besar dalam industri pariwisata terpaksa gulung tikar. Sementara Startup-Startup e-Commerce, Educational, Fintech, hingga On Demand Services, mendapatkan momentum luar biasa.
 
Pembatasan sosial selama masa pandemi menyebabkan aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang. Hal ini justru berdampak positif pada tren penjualan dari e-commerce di Indonesia, terutama di sektor ritel.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif