Industri kripto. Foto: Istimewa.
Industri kripto. Foto: Istimewa.

Industri Kripto Butuh Beragam Talenta Profesional, Ini Kompetensinya

Arif Wicaksono • 09 Juli 2026 17:21

Jakarta: Dinamika dunia kerja di Indonesia masih menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026. Kondisi ini mendorong banyak profesional untuk mulai mempertimbangkan arah karier baru sekaligus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan di tengah perubahan kebutuhan industri.

Baca juga:    Dana Perlindungan Pengguna Aset Kripto Perkuat Kepercayaan di Ekonomi Digital

Di tengah perubahan tersebut, perkembangan teknologi digital justru menghadirkan peluang baru. Seiring berkembangnya industri blockchain dan aset digital di Indonesia, kebutuhan terhadap talenta dengan berbagai keahlian, mulai dari teknologi, kepatuhan (compliance), manajemen risiko, pemasaran, hingga pengembangan bisnis yang terus meningkat, membuka alternatif jalur karier bagi para profesional yang ingin beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Resna Raniadi, CEO Upbit Indonesia, mengatakan bahwa perubahan lanskap industri saat ini menjadi momentum bagi para profesional untuk mulai mengembangkan kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Transformasi digital telah mengubah kebutuhan dunia kerja secara signifikan. Saat ini, perusahaan tidak hanya mencari talenta yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memahami perkembangan teknologi baru seperti blockchain maupun aset digital.” tegas dia.

Menurutnya, seiring semakin matangnya regulasi aset keuangan digital di Indonesia, kebutuhan terhadap talenta di bidang kepatuhan, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen juga terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa industri kripto tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, tetapi juga semakin membutuhkan profesional dengan pengalaman dari sektor-sektor konvensional.

"Banyak orang masih menganggap industri kripto hanya membutuhkan developer. Padahal kenyataannya, kami juga membutuhkan profesional di bidang compliance, audit, legal, finance, marketing, hingga customer experience. Justru pengalaman yang diperoleh dari industri lain sering kali menjadi nilai tambah yang sangat relevan," tambahnya.

Resna menjelaskan kemampuan yang telah dimiliki para profesional dari industri tradisional pada dasarnya dapat diterapkan di ekosistem aset digital. Pengalaman dalam mengelola risiko, memahami regulasi, membangun hubungan dengan pelanggan, maupun mengembangkan strategi bisnis tetap menjadi kompetensi yang dibutuhkan, hanya saja diterapkan pada industri yang berbeda dan terus berkembang.

Meski demikian, ia menekankan memasuki industri blockchain tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja sebelumnya. Profesional juga perlu terus meningkatkan kompetensi melalui proses upskilling dan pembelajaran berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

"Blockchain, Web3, dan aset digital merupakan industri yang berkembang sangat dinamis. Karena itu, kemauan untuk terus belajar menjadi salah satu faktor terpenting. Dengan semakin banyaknya akses edukasi, komunitas, maupun pelatihan yang tersedia saat ini, siapa pun memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dan membangun karier di industri ini," jelas Resna.

Sebagai salah satu pedagang aset keuangan digital yang berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Upbit Indonesia percaya bahwa pertumbuhan industri yang sehat harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, perusahaan secara konsisten menghadirkan berbagai program edukasi melalui seminar, workshop, campus roadshow, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas di berbagai kota di Indonesia.
 
"Perubahan industri memang menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang baru. Kami percaya Indonesia memiliki banyak talenta yang mampu berkontribusi dalam perkembangan ekosistem blockchain apabila didukung dengan akses edukasi dan pengembangan kompetensi yang tepat. Melalui berbagai inisiatif edukasi, Upbit Indonesia akan terus mendukung lahirnya talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri di masa depan," tutup Resna.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan