Capaian ini ditopang penguatan layanan end-to-end, integrasi teknologi omnichannel, serta tingginya permintaan produk Healthcare dan FMCG melalui kanal digital.
"Pertumbuhan ini mencerminkan bagaimana ekosistem omnichannel yang konsisten, didukung teknologi yang terintegrasi, pemanfaatan big data, serta optimalisasi multi-fulfillment di berbagai daerah di Indonesia, mampu mendorong brand partner dan Power Commerce Asia untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan," CEO Power Commerce Asia, Hadi Kuncoro.
Memasuki 2026, prospek e-commerce Indonesia tetap kuat, didorong penetrasi internet, peningkatan belanja online lintas kategori, dan pergeseran ke belanja omnichannel. Brand dituntut mengelola multi-kanal secara terintegrasi, efisien, dan berbasis data.
"Ke depan, kami fokus memperkuat fondasi agar brand partner tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga lebih siap untuk scale. Berdasarkan outlook 2026, sektor Healthcare, Mom and Baby, Hobbies and Lifestyle, Pet Care, Smart Home and Living, Beauty, serta FMCG diperkirakan akan menjadi motor utama pertumbuhan e-commerce," lanjut Hadi.

| Baca juga: Bye Thrifting! Pemerintah Tutup Penjualan Baju Bekas Impor di E-Commerce |
Power Commerce Asia kini mengoperasikan sembilan gudang fulfillment di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk gudang terbaru di Semarang yang mulai beroperasi awal 2026. Perusahaan juga melayani ekspansi cross-border ke Malaysia serta pengurusan BPOM dan kebutuhan regulatori lainnya, didukung sertifikasi Apotek Online, IDAK, dan CDAKB untuk memastikan kepatuhan operasional.
Strategi online dan offline
Sebagai bagian dari strategi integrasi online dan offline, kini hadir Power Wellness Pop-Up Store di FX Sudirman sebagai wujud nyata aktivitas online-to-offline (O2O) berbasis teknologi omnichannel. Pop-Up Store juga aktif hadir di berbagai acara komunitas, termasuk event olahraga seperti padel, lari, dan lain-lain.
Di sisi teknologi, Power Commerce Asia terus mengembangkan PowerBiz, sistem terintegrasi yang menghubungkan kanal B2C dan B2B, serta dilengkapi dengan automated multi-fulfillment system untuk meningkatkan efisiensi operasional dan visibilitas data secara real-time.
"PowerBiz kami rancang dengan mengintegrasikan seluruh kanal penjualan secara real-time dan transparan, sehingga kami dan brand partner dapat menyusun strategi serta mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat dan presisi," ujar CTO Power Commerce Asia, Mohammad Subhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News