Director of Business & Commercial Digital Realty Bersama, Andha Yudha Permana, (kanan) dan Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, (kiri). Foto: Istimewa.
Director of Business & Commercial Digital Realty Bersama, Andha Yudha Permana, (kanan) dan Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, (kiri). Foto: Istimewa.

Digital Realty Bersama Perkuat Fondasi Ekonomi Digital RI lewat ServiceFabric

Arif Wicaksono • 22 April 2026 18:39
Jakarta: Indonesia kian menegaskan posisinya sebagai motor ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan proyeksi nilai ekonomi digital yang diperkirakan menembus lebih dari USD 130 miliar pada 2026, pertumbuhan ini ditopang oleh meluasnya penggunaan internet, lonjakan transaksi digital, serta derasnya arus investasi di sektor teknologi.
 
Baca juga:  Visa Gandeng Beragam Komunitas untuk Perkuat Ekonomi Digital

Namun, laju pertumbuhan tersebut membawa tantangan baru yakni kebutuhan akan infrastruktur digital yang tidak hanya cepat dan andal, tetapi juga mampu terhubung secara global serta siap menghadapi era komputasi intensif seperti kecerdasan buatan (AI) dan high-performance computing (HPC).
 
Menjawab kebutuhan tersebut, Digital Realty Bersama memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur digital yang menghubungkan ekosistem lokal dengan jaringan teknologi global. Perusahaan ini menegaskan posisinya sebagai carrier-neutral data center yang menyediakan layanan colocation serta interkoneksi terintegrasi untuk mendukung transformasi digital di Indonesia.
 
Dalam pengembangan terbarunya, perusahaan mengandalkan ServiceFabric, sebuah platform manajemen interkoneksi digital yang dirancang untuk menyatukan berbagai layanan cloud, jaringan, dan infrastruktur IT dalam satu ekosistem terintegrasi. Platform ini menjadi bagian dari PlatformDIGITAL®, infrastruktur global milik Digital Realty yang memungkinkan konektivitas lintas wilayah berjalan lebih cepat, fleksibel, dan aman.

Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk AI, Digital Realty Bersama juga menyiapkan infrastruktur yang mampu menangani beban kerja dengan intensitas tinggi. Hal ini mencakup penggunaan sistem pendingin cair, dukungan daya berkepadatan tinggi, hingga fasilitas kolokasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan komputasi skala besar.
 
Fasilitas data center CGK10 dan CGK11 menjadi tulang punggung operasional perusahaan di Indonesia. Keduanya dirancang untuk mendukung konektivitas tanpa hambatan sekaligus memastikan pengelolaan data dan beban kerja dapat berjalan secara efisien di dalam ekosistem global.
 
Dengan standar operasional yang telah mencapai sertifikasi Tier IV, tingkat tertinggi dalam industri pusat data dengan tingkat ketersediaan hingga 99,995%, Digital Realty Bersama menempatkan diri sebagai salah satu pemain dengan infrastruktur paling andal di Indonesia. Standar ini mencerminkan sistem redundansi penuh dan ketahanan tinggi terhadap gangguan operasional.
 
Director of Business & Commercial Digital Realty Bersama, Andha Yudha Permana, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan ekosistem digital yang lebih luas.
 
“Kami menghadirkan fondasi pusat data yang kuat, aman, dan siap mendukung kebutuhan digital masa depan di Indonesia. Namun, komitmen kami tidak berhenti pada infrastruktur fisik saja,” ujarnya.
 
Ia juga menambahkan bahwa peluncuran ServiceFabric yang dijadwalkan pada semester kedua 2026 akan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem digital terbuka di Indonesia. Platform ini memungkinkan pelanggan mengelola konektivitas secara mandiri, menghubungkan infrastruktur lokal dengan hub internasional dalam hitungan menit, serta mempercepat transformasi digital tanpa mengorbankan aspek keamanan.
 
Di tengah kompleksitas kebutuhan teknologi modern, ServiceFabric hadir sebagai solusi yang menyederhanakan integrasi antara penyedia cloud, jaringan, dan layanan IT. Dengan pendekatan berbasis software-defined, hambatan geografis dan teknis dalam pertukaran data dapat diminimalkan secara signifikan.
 
Peran strategis Digital Realty Bersama juga diperkuat dengan keberadaan node IIX-JK2 milik APJII di fasilitas CGK11, yang menjadikan lokasi tersebut sebagai salah satu pusat interkoneksi penting di Indonesia. Infrastruktur ini memungkinkan lalu lintas data domestik diproses dengan latensi rendah, sehingga meningkatkan kualitas layanan digital di dalam negeri.
 
Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, menilai bahwa perkembangan AI akan menjadi faktor kunci yang mengubah lanskap bisnis secara global.
 
“AI akan menjadi katalis utama transformasi industri. Dengan dukungan ServiceFabric dan pengalaman global Digital Realty dalam menangani beban kerja AI berskala besar, kami ingin memastikan perusahaan di Indonesia dapat terhubung dengan ekosistem global secara lebih mudah, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
 
Dengan kombinasi infrastruktur Tier IV, kemampuan interkoneksi global, serta kesiapan menghadapi era AI, Digital Realty Bersama memposisikan diri bukan sekadar sebagai penyedia pusat data, melainkan sebagai enabler utama ekonomi digital Indonesia yang semakin terhubung dan kompetitif di tingkat global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan