Fintech. Foto: MI/Arya Manggala.
Fintech. Foto: MI/Arya Manggala.

Pentingnya Penguatan Identitas Digital untuk Masa Depan Fintech

Arif Wicaksono • 28 April 2026 19:56
Bangkok: Vida menegaskan pentingnya penguatan identitas digital dalam menjaga keberlanjutan industri fintech dan ekonomi digital di Asia Tenggara. 
 
Founder dan Group CEO VIda, Niki Luhur, mengatakan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat harus diimbangi dengan sistem keamanan yang lebih kuat, terutama di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber yang menyasar sektor fintech.
 
Dalam sesi bertajuk How Cybercriminals Target Fintech and What’s Next, Niki menyoroti modus penipuan digital kini semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut dia, edukasi kepada pengguna saja tidak cukup untuk melindungi ekosistem keuangan digital.
 

“Pertumbuhan fintech dan ekonomi digital membutuhkan infrastruktur keamanan yang lebih kuat serta ekosistem regulasi yang mampu melindungi konsumen,” ujar Niki dalam keteranganya. 

Ia menilai identitas digital akan menjadi pondasi utama dalam menjaga kepercayaan di industri fintech, khususnya pada layanan pembayaran digital, pinjaman online, hingga perbankan digital yang semakin mengandalkan proses verifikasi jarak jauh. Vida mendorong penerapan sistem keamanan berlapis atau multi-layered defense untuk memperkuat perlindungan transaksi digital.
 
Strategi tersebut mencakup verifikasi biometrik pengguna, autentikasi perangkat, validasi identitas terhadap database pemerintah, hingga pemanfaatan AI untuk mendeteksi anomali dan pola penipuan secara real-time.
 
Menurut Niki, keamanan perangkat menjadi salah satu aspek yang sering diabaikan oleh industri fintech. Padahal, banyak serangan siber berasal dari manipulasi perangkat, termasuk penggunaan deepfake dan injeksi data biometrik palsu untuk membobol sistem verifikasi digital.
 
“AI tidak hanya dipakai oleh pelaku kejahatan siber, tetapi juga harus menjadi alat pertahanan bagi industri fintech,” katanya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Vida juga meluncurkan fitur keamanan terbaru bernama Beyond Liveness. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi ancaman penipuan digital yang tidak lagi dapat diatasi hanya dengan sistem liveness detection konvensional.
 
Fitur tersebut menggabungkan lima lapisan keamanan secara simultan, mulai dari analisis perilaku perangkat, pola jaringan, hingga behavioral analytics secara real-time. Seluruh proses terintegrasi dalam satu software development kit (SDK) dengan waktu respons di bawah 100 milidetik agar tetap memberikan pengalaman pengguna yang cepat dan mulus.
 
Vida menilai penguatan identitas digital akan menjadi elemen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan