Perusahaan data dan analitik pemasaran global, Kantar, kembali menggelar studi tahunan Most Loved Ramadan Ads 2026 untuk mengungkap iklan Ramadan yang paling beresonansi dengan masyarakat Indonesia.
Perusahaan data dan analitik pemasaran global, Kantar, kembali menggelar studi tahunan Most Loved Ramadan Ads 2026 untuk mengungkap iklan Ramadan yang paling beresonansi dengan masyarakat Indonesia.

Kantar Ungkap Rahasia Iklan Ramadan yang Melekat di Hati Konsumen Indonesia

Arif Wicaksono • 22 Mei 2026 13:49
Jakarta: Perusahaan data dan analitik pemasaran global, Kantar, kembali menggelar studi tahunan Most Loved Ramadan Ads 2026 untuk mengungkap iklan Ramadan yang paling beresonansi dengan masyarakat Indonesia.
 
Baca juga:  Dari Snack ke Padel, Ini Cara Baru Orang Indonesia Belanja  

Studi ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi brand, tetapi juga memotret bagaimana komunikasi selama Ramadan mampu membangun koneksi emosional, relevansi budaya, hingga pengaruh terhadap persepsi konsumen terhadap sebuah merek.
 
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018, riset Most Loved Ramadan Ads secara konsisten menyoroti perilaku dan respons nyata masyarakat terhadap kampanye iklan selama bulan Ramadan, yang menjadi salah satu momentum terpenting bagi industri pemasaran di Indonesia.

Ukur Koneksi Emosional Konsumen

Dalam studi tahun ini, Kantar menggunakan pendekatan multi-metode untuk memastikan hasil yang lebih komprehensif. Penilaian dilakukan melalui survei terhadap 1.000 responden di Indonesia, wawancara mendalam, hingga analisis percakapan di media sosial.
 
Setiap iklan dinilai berdasarkan empat indikator utama, yakni emotional connection, enjoyment, meaningfulness, dan brand impact. Keempat aspek tersebut digunakan untuk melihat sejauh mana sebuah kampanye mampu menyentuh emosi konsumen sekaligus memperkuat asosiasi terhadap brand.

Menurut Kantar, pendekatan tersebut membuat hasil studi tidak hanya mengukur popularitas iklan, tetapi juga dampak emosional dan relevansi yang benar-benar dirasakan audiens.

Relevansi Emosional Jadi Kunci

Temuan studi tersebut dipaparkan dalam forum eksklusif di Raffles Jakarta yang dihadiri para pemimpin industri, mulai dari brand owners, marketers, agency leaders, hingga eksekutif tingkat C-level dari berbagai sektor bisnis.
 
Creative Solution Lead Kantar Indonesia, Ummu Hani, mengatakan komunikasi Ramadan di Indonesia kini berkembang lebih dalam dibanding sekadar storytelling.
 
Menurut dia, kampanye yang efektif adalah kampanye yang mampu merefleksikan pengalaman nyata konsumen sekaligus menghadirkan relevansi emosional dan budaya yang kuat.
 
“Komunikasi Ramadan di Indonesia terus berkembang, tidak hanya mengandalkan storytelling, tetapi juga kedalaman relevansi emosional dan budaya,” ujar Hani.
 
Hasil studi ini menegaskan bahwa iklan Ramadan yang berhasil bukan hanya yang mampu menarik perhatian, tetapi juga yang dapat membangun makna dan koneksi yang kuat dengan kehidupan konsumen sehari-hari.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan