Aset kripto. Foto : AFP.
Aset kripto. Foto : AFP.

Aspakrindo: Transaksi Kripto Turun Imbas Situasi Global

Antara • 07 Oktober 2022 19:14
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda menilai penurunan volume transaksi kripto di Indonesia merupakan efek domino dari apa yang terjadi secara global, dengan pasar kripto tengah dihantam oleh situasi makroekonomi yang kurang baik sepanjang 2022.
 
baca juga: Bappebti Dukung Pelaku Usaha Dorong Literasi dan Edukasi Aset Kripto

"Guncangan sistem keuangan global bisa memberikan efek cukup besar bagi pasar kripto. Guncangan tersebut adalah situasi makroekonomi yang goyah akibat resesi dan geopolitik yang memanas. Hal ini bisa membuat situasi crypto winter bisa terjadi," kata pria yang akrab disapa Manda dikutip dari Antara, Jumat, 7 Oktober 2022.
 
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag mencatat total nilai transaksi kripto di dalam negeri pada Januari-Agustus 2022 mencapai Rp249,3 triliun, turun 56,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Pada 2021, total nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia mencapai Rp859,5 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu dari sisi jumlah investor, per Agustus 2022, Indonesia memiliki 16,1 juta pelanggan aset kripto atau rata-rata setiap bulan jumlah pelanggan terdaftar bertambah sebesar 725 ribu.
 
"Artinya jumlah investor kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan," kata Manda.

Suku bunga Fed

Menurutnya, market kripto yang lesu juga didorong oleh kebijakan moneter AS, yang membuat investor kurang bergairah, padahal AS memiliki volume perdagangan Bitcoin terbanyak di bursa berdasarkan data Statista.
 
Pengetatan kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya guna menekan inflasi bisa mengancam market kripto. Kenaikan suku bunga akhirnya menyebabkan harga komoditas yang lebih tinggi dan daya beli melemah, investor akan menjauhi market.
 
"Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat investor untuk wait and see. Ini yang mulai terasa di Indonesia, investor memilih menunggu momen yang tepat untuk masuk kembali ke market kripto, di saat situasi makroekonomi sudah stabil," jelasnya.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif