Ilustrasi ekonomi digital. Foto: Medcom.
Ilustrasi ekonomi digital. Foto: Medcom.

Handi Irawan Djuwadi Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Digital untuk Indonesia Emas 2045

Arif Wicaksono • 17 Maret 2026 20:21
Jakarta: Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dan teknologi kecerdasan buatan, Handi Irawan Djuwadi resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN) periode 2026–2031. Pelantikan dilakukan oleh Abdul Mu'ti di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, pada 13 Maret 2026.
 
Masuknya Handi dinilai menjadi sinyal kuat pemerintah mulai mendorong pendekatan lintas sektor dalam merespons tantangan baru pendidikan, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital.
 
Baca juga: Survei: Adopsi AI Mendongkrak Produktivitas Terutama bagi Gen Z Indonesia

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan Dewan Pendidikan Nasional diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang adaptif. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia yang menjadi bagian dari visi pemerintahan Prabowo Subianto.
 
Dalam konteks ini, tantangan pendidikan tidak lagi sebatas pemerataan akses, tetapi juga kesiapan menghadapi disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, hingga transformasi model bisnis berbasis digital.

Sebagai CEO Frontier yang bergerak di bidang pemasaran, riset, dan teknologi, Handi Irawan membawa perspektif berbeda ke dalam ekosistem kebijakan pendidikan. Pengalamannya dalam membaca perubahan perilaku pasar dan tren teknologi dinilai relevan untuk menjembatani kebutuhan industri dengan sistem pendidikan.
 
Handi sendiri menekankan pentingnya transformasi pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, kehadiran AI bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan jika dimanfaatkan secara tepat
 
 “Saya berharap, sebagai pelaku bisnis yang memiliki passion di bidang pendidikan, saya dapat memberikan masukan bagi kebijakan pendidikan Indonesia agar semakin berkualitas. Apalagi dengan tantangan global dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), proses pembelajaran harus semakin adaptif untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.
 
Selain di Dewan Pendidikan Nasional, Handi juga aktif di berbagai lembaga pendidikan, termasuk sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) dan anggota Dewan Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Keterlibatan ini memperkuat posisinya sebagai figur yang menjembatani dunia pendidikan dan industri.
 
Masuknya pelaku industri seperti Handi Irawan ke dalam DPN mencerminkan kebutuhan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi era ekonomi digital. Dunia pendidikan dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga talenta yang siap beradaptasi dengan perubahan cepat di dunia kerja.
 
Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana kurikulum, metode pembelajaran, dan kebijakan pendidikan mampu mengikuti laju inovasi teknologi. Tanpa langkah adaptif, kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan berpotensi semakin melebar.
 
Dengan latar belakang di bisnis, riset, dan teknologi, kehadiran Handi Irawan Djuwadi di Dewan Pendidikan Nasional diharapkan dapat memperkaya perspektif kebijakan, khususnya dalam menjawab tantangan ekonomi digital dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh perkembangan AI. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan