Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Arahan Jokowi soal Baca Kebutuhan Pasar Dinilai Bisa Selamatkan Industri Startup

Husen Miftahudin • 04 Oktober 2022 20:48
Jakarta: Praktisi ekonomi digital John Riady menilai arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perusahaan rintisan atau startup harus membaca keinginan pasar bakal menyelamatkan investasi digital. Sehingga dapat mencapai sasaran dan berdampak secara riil di tengah banyaknya startup yang berguguran.
 
"Apa yang diungkapkan Presiden Jokowi merupakan visi yang bakal menyelamatkan investasi digital hingga upaya pengembangan usaha rintisan agar berdampak secara riil. Sebab semakin ke sini, ada fenomena besar terkait bergugurannya usaha teknologi digital. Sebaliknya, digitalisasi ekonomi ke depan masih merupakan keniscayaan," kata John dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
John Riady yang merintis Venturra Capital di bawah Lippo Group sekaligus praktisi industri kesehatan melalui PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) mengungkapkan, saat ini porsi ekonomi digital terkait hal fundamental seperti pangan masih memiliki porsi minim dibandingkan fintech.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita ini negara dengan 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota, 34 provinsi, apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan kita ini bisa melompat? Telemedicine bisa disambungkan, operasi jarak jauh bisa disambungkan dengan platform dengan aplikasi,” kata John Riady.
 
Karena itu, arahan dan pidato Presiden terkait startup sangat relevan sekaligus kontekstual. "Dengan pernyataan itu, Presiden Jokowi semakin memperjelas dan mempertegas strategi pengembangan ekonomi digital yang bakal ditempuh," ucapnya.
 
Di lain sisi, berkaca dari upaya Lippo Group di sektor ekonomi digital melalui investasi Venturra Capital, John Riady menilai ada banyak kesamaan strategi sebagaimana diharapkan Presiden. Investasi yang digelontorkan Lippo Group selama ini selalu mengacu kepada prinsip solutif dan inspiratif.
 
"Artinya, usaha rintisan yang dibekali permodalan oleh Venturra Capital itu harus benar-benar membawa solusi bagi kebutuhan masyarakat. Tidak hanya itu, kami juga menilai sang pendiri usaha rintisan secara obyektif, mereka yang memiliki inspirasi mengatasi problem masyarakat, itulah yang sejalan dengan kami," tukas dia.
 
Baca juga: Hati-Hati, Presiden Sebut 80% Startup Hancur karena Tak Baca Kebutuhan Pasar

 
Sejak berdiri tujuh tahun lalu, jelasnya, Venturra Capital telah berinvestasi di beberapa perusahaan teknologi seperti Ruangguru, OVO, Zilingo, Luno, Shopback, Kaodim, Sociolla, Bride Story, Fabelio, TADA, hingga Grab.
 
Terkait pengembangan ekonomi digital pada sektor kesehatan, John Riady mengungkapkan keresahan Presiden Jokowi adalah lumrah. Sebab, berkah kemajuan teknologi digital selayaknya bisa meningkatkan taraf kesejahteraan sekaligus kemajuan bagi masyarakat. "Dan sektor kesehatan merupakan hal vital meraih cita-cita tersebut," tuturnya.
 
Sejauh ini, SILO menjadi pionir layanan digital kesehatan atau telehealth yang langsung digawangi rumah sakit. Lewat aplikasi MySiloam, memungkinkan pasien SILO untuk membuat janji dengan dokternya, baik konsultasi offline atau online melalui aplikasi.
 
Dengan memanfaatkan gawai, para pasien dan dokter juga dapat mengakses catatan rekam medis sehingga proses penanganan dapat berkesinambungan. MySiloam merupakan jembatan antara pasien dengan layanan rumah sakit, sekaligus memenuhi kebutuhan kesehatan jarak jauh yang terhubung dengan 1.000 dokter.
 
"Melalui pengembangan layanan digital kesehatan MySiloam, Lippo Group berupaya agar pemanfaatan teknologi digital pun bisa memperkuat layanan kesehatan konvensional. Terbukti, melalui MySiloam, Lippo Group menawarkan solusi bagi keterbatasan akses layanan kesehatan di manapun," tutup John Riady.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif