Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Melantai di Bursa, Saham Royalindo Investa Naik 70%

Ekonomi emiten bei ipo
Annisa ayu artanti • 13 Januari 2020 10:26
Jakarta: Saham PT Royalindo Investa Wijaya Tbk resmi menjadi emiten teranyar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham perusahaan naik 70 persen dari penawaran sebesar Rp110 per saham saat melantai perdana di pasar modal Indonesia.
 
Berdasarkan pantauan Medcom.id, perusahaan melepas sebanyak 861,82 juta saham baru atau sekitar 15 persen melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
 
Saat listing perdana, saham emiten berkode INDO ini melesat 70 persen atau 77 poin ke level Rp187. Saham INDO ditransaksikan sebanyak dua kali dengan volume 61.300 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp11,64 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham INDO langsung terkena auto rejection oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) karena kenaikan harga sahamnya melebihi ketentuan persentase teetinggi harian khusus saham IPO sebesar 50 persen.
 
Perseroan yang bergerak dibidang perdagangan, real estate, dan jasa konsultasi manajemen akan menggunakan dana segar dari aksi ini untuk mengembangkan bisnisnya seperti membangun fasilitas kos-kosan yang sudah ada seperti di Tebet dan Gondangdia.
 
"Total 20 persen akan digunakan untuk membangun fasilitas kos yang sudah ada di tempat-tempat yang sudah kami sediakan," kata Direktur Utama Leslie Soemadi di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020.
 
Leslie berharap dengan bergabungnya perusahaan di pasar modal akan membuka peluang akses pendanaan yang lebih luas dan mengembangkan anak usahanya.
 
"Kami berharap dapat akses pendanaan yang lebih luas dan peluang lebih besar mengembangkan usaha," ucapnya.
 
Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna juga berharap setelah menjadi perusahaan tercatat perseroan dapat melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) sehingga dipercaya investor untuk menanamkan investasinya di saham perusahaan.
 
"Semoga (perusahaan) menjadi salah satu incaran tepat investor untuk investasi," kata Nyoman.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif