Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Kuartal III-2016

HM Sampoerna Bukukan Pendapatan Rp31,8 Triliun

Ekonomi hm sampoerna
Dian Ihsan Siregar • 24 Oktober 2016 14:19
medcom.id, Jakarta: PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) atau Sampoerna membukukukan pendapatan bersih selama sembilan bulan pertama di 2016 sebesar Rp31,8 triliun. Adapun perolehan itu mengalami kenaikan sebanyak 4,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2015 sebesar Rp30,3 triliun.
 
Selama kuartal III-2016, pangsa pasar Sampoerna mencapai 34,5 persen meningkat 0,4 persen dari pangsa pasar di kuartal II-2016. P‎ertumbuhan pangsa pasar ini didorong oleh kinerja yang kuat di segmen sigaret kretek mesin full flavor.
 
Baca: Pemerintah Dukung Sistem IPS untuk Dongkrak Produksi Tembakau
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walaupun saat ini industri tengah berada dalam situasi yang sulit, kami yakin bahwa kami akan melanjutkan keberhasilan kami melalui portofolio merek yang kuat, yang mencakup sejumlah merek andalan kami, A Mild, Dji Sam Soe, dan Marlboro," jelas Presiden Direktur Sampoerna Paul Janelle, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (24/10/2016).
 
Baca: Tarif Cukai Naik, Sampoerna Bimbang Naikkan Harga Rokok
 
Ssampoerna mengantisipasi penurunan volume industri hasil tembakau secara keseluruhan sebesar satu sampai dua persen di 2016, yang terutama diakibatkan oleh kenaikan tarif cukai rata-rata tertimbang sebesar 15 persen.
 
Industri ini diperkirakan masih akan terus mengalami tekanan sehubungan dengan kenaikan tarif cukai rata-rata tertimbang sebesar kira-kira 10 persen yang berlaku rata atas seluruh pelaku industri mulai tanggal 1 Januari 2017.
 
HM Sampoerna Bukukan Pendapatan Rp31,8 Triliun
Sejumlah pekerja mitra produksi sigaret HM Sampoerna melinting rokok dengan peralatan tradisional (ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

 
Beban ini diperkirakan akan mengakibatkan kinerja segmen sigaret kretek tangan terus menurun, seiring dengan peralihan preferensi perokok dewasa dari produk kretek tangan ke kretek mesin. Pada kuartal III-2016, pangsa pasar Sampoerna di segmen sigaret kretek tangan mengalami penurunan 0,8 persen dari periode yang sama di 2015 menjadi 6,6 persen.
 
Baca: Sampoerna Perkuat Sektor Agro-Industri untuk Tingkatkan Daya Saing
 
"Kami melakukan sejumlah upaya untuk menahan laju penurunan di segmen ini, termasuk melakukan inovasi guna meningkatkan mutu merek Dji Sam Soe dan Sampoerna Kretek, menawarkan harga yang bersaing untuk produk sigaret kretek tangan kami, dan berinvestasi pada merek melalui dukungan pemasaran dan penjualan," pungkas Paul.
 

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif