Mengutip laporan keuangan KRAS di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 9 Maret 2017, penurunan rugi bersih ini karena pendapatan perseroan berhasil tumbuh tipis 1,51 persen menjadi USD1,34 miliar, bila dibanding posisi 2015 sebesar USD1,32 miliar.
Pendapatan yang meningkat tipis menjadi USD1,34 miliar karena adanya dukungan dari kenaikan volume penjualan perusahaan sepanjang 2016.
Baca: Usai Rugi, Krakatau Steel Raih Laba USD99,92 Juta
Posisi beban pokok pendapatan perseroan mengalami penurunan yang drastis sebesar 12,59 persen, dari posisi USD1,35 miliar di 2015 menjadi USD1,18 miliar di akhir Desember 2016. Keadaan itu membuat perusahaan mencetak laba kotor sebanyak USD155,22 juta, padahal di 2015 perusahaan merugi kotor sebesar USD36,43 juta.
Beban penjualan perseroan mengalami peningkatan tipis menjadi USD30,37 juta di 2016, bila dibanding posisi 2015 mencapai USD29,75 juta. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi USD146,36 juta, dari porsi USD117,88 juta di 2015.
Penjualan limbah produksi turun menjadi USD1,53 juta, di mana pada 2015 tercatat sebesar USD2,15 juta. Laba pelepasan aset tetap sebesar USD3,73 juta, pendapatan operasi lain-lain sebesar USD26,34 juta, dan beban operasi lain-lain menjadi USD5,71 juta.
Baca: Rupiah Melambat, Krakatau Steel Sulit Tingkatkan Laba di 2016
Bagian rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar USD60,61 juta, pendapatan keuangan sebesar USD10,99 juta, pajak terkait pendapatan keuangan sebesar USD1,56 juta, rugi selisih kurs mencapai USD17,25 juta, dan beban keuangan mencapai USD127,65 juta.
Adapun posisi aset perseroan mampu terkerek ke posisi lebih tinggi sebesar USD3,93 miliar atau naik 6,21 persen dari porsi USD3,7 miliar di 2015. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar USD2,09 miliar dan USD1,83 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News