Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Usai Rugi, Krakatau Steel Raih Laba USD99,92 Juta

20 Agustus 2016 15:48
medcom.id, Cilegon: PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membukukan kinerja positif pada semester pertama 2016 terlihat dari capaian penjualan, laba kotor, dan laba operasi yang mengalami penaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
 
"Laba kotor pada semester I mencapai USD99,92 juta dari sebelumnya mengalami rugi kotor USD38,9 juta. Laba operasi mencapai USD26,69 juta naik dari rugi operasi USD103,68 juta," kata Direktur Keuangan Krakatau Steel Tambok P. Setyawati di Cilegon, Banten, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (20/8/2016).
 
Keberhasilan perusahaan meraih kenaikan laba kotor dan laba operasi, menurut  Tambok, dipengaruhi upaya perseroan dengan menurunkan beban pokok penjualan 21,91 persen dari USD716,13 juta menjadi USD559,32 juta.

Ia menjelaskan soal volume penjualan yang mencapai hasil yang signifikan sebesar 39,59 persen dari 837 ribu ton menjadi 1,1 juta ton. Menurut dia, peningkatan volume penjualan terjadi karena meningkatnya permintaan dalam negeri sebagai akibat dari mulai bergulirnya proyek infrastruktur pemerintah, dan bertambahnya beberapa konsumen baru.
 
Tren membaiknya kinerja perusahaan juga berdampak pada EBITDA positif sebesar USD68,50 juta sejalan dengan membaiknya kinerja operasi. Selain itu, akhir semester I perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar USD250,52 juta. Dia mengungkapkan, perseroan memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dari sindikasi bank lokal pada 27 Juni 2016 sebesar USD220 juta.
 
Upaya untuk meningkatkan daya saing agar kompetitif sedang dilakukan perseroan, proyek blast furnace yang berbasis batu bara hampir selesai dan direncanakan first blow-in pada kuartal ke 4 tahun ini, proyek ini dapat
menurunkan biaya bahan baku dan biaya listrik sehingga berdampak turunnya biaya produksi sebesar USD58,30 per ton.
 
Oleh karena itu, untuk melanjutkan pertumbuhan perseroan, pada 22 Agustus 2016 akan melaksanakan groundbreaking tanda dimulai pembangunan pabrik hot strip mill#2 dengan kapasitas 1,5 juta ton. Saat selesainya proyek ini, perseroan akan memiliki kapasitas rolling sebesar 4,65 juta ton pertahun meningkat dari 3,15 ton saat ini.
 
Meski perseroan belum berhasil membukukan laba positif periode berjalan yang dapat diatribusi kepada entitas induk, menurut dia, rugi yang dicatat menurun relatif cukup tajam menjadi USD87,55 juta dari sebelumnya di periode yang sama 2015 rugi USD134,93 juta.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan