Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Rupiah Masih Berpotensi Melemah

Ekonomi kurs rupiah
Antara • 04 November 2019 11:22
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan berpotensi melemah seiring pelemahan mata uang kuat di Asia.
 
"Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan dolar Hong Kong dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini setelah beberapa hari terakhir menguat," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, seperti dikutip dari Antara, Senin, 4 November 2019.
 
Sementara dari domestik, inflasi Oktober 2019 tercatat 0,02 persen (mom) atau 3,13 persen (yoy). Secara kumulatif, dari Januari sampai Oktober tercatat 2,22 persen (ytd).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tersisa dua bulan hingga akhir 2019, tampaknya infasi masih terjaga di bawah 3,3 persen walaupun pada dua bulan terakhir biasanya inflasi cukup tinggi," ujar Lana.
 
Sedangkan dari eksternal, Arab Saudi mensinyalkan untuk menyetujui penawaran saham ke publik (IPO) Saudi Aramco.
 
Kemungkinan Aramco akan menjual 1-2 persen sahamnya kepada publik dengan nilai USD20 miliar sampai USD40 miliar. Per September, penerimaan bersih Aramco mencapai USD68 miliar.
 
"IPO ini bisa membuat harga minyak mentah naik," tutur Lana.
 
Lana memperkirakan gerak rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.040 per USD hingga Rp14.060 per USD. Pada pukul 09.58 WIB, rupiah masih menguat 31 poin atau 0,22 persen menjadi Rp14.008 per USD dari sebelumnya Rp14.039 per USD.
 
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.002 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.066 per USD.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif