Capaian ini mencerminkan kuatnya sinergi antara kapabilitas manufaktur dan strategi pasar Hankook dalam merespon dinamika industri otomotif nasional maupul global yang didorong oleh lonjakan permintaan ban berukuran besar (≥18 inci) serta ban kendaraan listrik (EV).
Tren tersebut menegaskan pergesarn konsumen ke produk ban performa tinggi sekaligus menunjukkan relevansi portofolio Hankook dengan arah elektrifikasi kendaraan saat ini.
HTSI memfokuskan strategi pada perluasan pasar domestik serta peningkatan kesiapan bisnis menghadapi 2026.
Perusahaan optimis terhadap prospek pertumbuhan industri ban nasional, khususnya di segmen EV dan SUV yang dinilai memiliki potensi jangka panjang. Untuk menjawab peluang tersebut, Hankook menghadirkan lini produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, mulai dari iON sebagai ban khusus EV, hingga Dynapro yang dirancang untuk mendukung performa dan durabilitas SUV di berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, mengatakan strategi pasar Hankook diarahkan pada segmen berpertumbuhan tinggi dan produk bernilai tambah.
“Memasuki 2026, kami tetap optimis terhadap prospek industri ban di Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Pertumbuhan signifikan permintan ban kendaraan listrik hingga akhir 2025 menjadi fondasi kuat, dengan produk premim seperti Hankook iON untuk EV dan Dynapro di segmen SUV diproyeksikan sebagai pendorong utama pertumbuhan. Di tengah tekanan konsumsi domestik, kami terus memperkuat pangsa pasar melalui perluasan distribusi regional, Kolaborasi dengan mitra di Asia Tenggara, serta optimalisasi peran Indonesia sebagai basis produksi strategis untuk pasar global,” ujarnya.
Menurut Bartek (Byungkhak) Choi, strategi tersebut juga merupakan respon Hankook terhadap tantangan ekonomi global dan domestik dengan tetap mengedepankan efisiensi operasional, inovasi produk, serta penyesuaian strategi sesuai dengan karakteristik pasar lokal.
Di tengah perlambatan pasar kendaraan baru, Hankook melihat peluang pertumbuhan pada segmen ban pengganti (replacement). Konsumen cenderung mempertahankan kendaraan yang dimiliki lebih lama, sehingga kebutuhan akan ban pengganti diperkirakan terus meningkat. Pada 2025, segmen replacement mencatat kinerja yang sangat positif dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan perusahaan menuju 2026.
Selain itu, segmen kendaraan niaga, khususnya ban truk dan bus (Truck and Bus Radial/TBR), juga memberikan kontribusi strategis terhadap pertumbuhan pendapatan Hankook. Perusahaan fokus pada pendekatan solusi total, tidak hanya melalui penjualan ban, tetapi juga dengan menghadirkan rekomendasi produk yang tepat, layanan purna jual, serta solusi efisiensi biaya operasional armada yang disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia.
Adaptasi terhadap tren elektrifikasi juga ditunjukkan melalui pengembangan ban untuk kendaraan niaga listrik (EV TBR) seperti Hankook e-Smart City AU56 yang dirancang khusus untuk operasional bus perkotaan dengan fokus pada efisiensi energi, daya tahan tinggi, dan kenyamanan berkendara.
Untuk mendukung ekspansi pasar global, Hankook mengelompokkan portofolio produknya ke dalam dua segmen utama, yakni Passenger Car Radial (PCR) dan Truck & Bus Radial (TBR). Pada segmen PCR, Hankook menghadirkan portofolio yang lengkap dengan lebih dari 400 ukuran ban, mencakup lini iON (EV), Ventus (performa tinggi), Dynapro (SUV/LT), Kinergy (LCGC), dan Vantra (kendaraan niaga ringan). Sementara pada segmen TBR, Hankook menyediakan lini produk komprehensif untuk kebutuhan armada, mulai dari ban regional, mixed service, off-road, urban bus, hingga ban khusus untuk bus listrik.
Sebagai bagian dari jaringan manufaktur global Hankook, PT Hankook Tire Indonesia (HTI) memegang peran strategis dalam produksi ban radial mobil penumpang (Passenger Car Radial/PCR). Pabrik Hankook di Cikarang beroperasi dengan standar kualitas dan teknologi berkelas internasional, menjadikannya salah satu basis manufaktur utama Hankook di kawasan Asia Tenggara.
Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menegaskan bahwa konsistensi kualitas dan inovasi proses produksi menjadi fondasi utama operasional perusahaan.
“HTI terus memperkuat kapabilitas manufaktur melalui penerapan standar kualitas global, keselamatan kerja, serta perbaikan berkelanjutan. Upaya ini memastikan produk buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional sekaligus mendukung rantai pasok global Hankook,” ujarnya.
Selain berfokus pada keunggulan manufaktur, HTI secara konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berorientasi pada pengembangan komunitas di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Inisiatif di bidang pendidikan dan pelatihan kejuruan Hanuri, pencegahan stunting, peningkatan fasilitas sekolah, serta konservasi lingkungan melalui restorasi mangrove di Muara Gembong dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
Seluruh program CSR ini selaras dengan komitmen global Hankook terhadap keberlanjutan, inovasi, dan pertumbuhan yang bertanggung jawab, serta berkontribusi pada ketahanan bisnis jangka panjang dan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Saat ini, sebagian besar hasil produksi HTI telah diekspor ke berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Italia, Meksiko, Malaysia, Jepang, Rusia, Swedia, Maroko, Turki, dan Vietnam, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi strategis Hankook untuk pasar global.
Komitmen Jangka Panjang dan Praktik Bisnis Berkelanjutan
Menatap 2026, Hankook menegaskan komitmennya terhadap Indonesia sebagai pasar strategis jangka panjang, baik dari sisi manufaktur maupun pengembangan pasar. Sinergi antara PT Hankook Tire Indonesia (HTI) dan Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.Dalam operasionalnya, HTI secara konsisten menerapkan berbagai inisiatif keberlanjutan, meliputi pengelolaan limbah, efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pelestarian lingkungan. Seluruh inisiatif ini dikelola oleh tim HTI di Pabrik Hankook Indonesia, sejalan dengan standar ESG global dan regulasi nasional.
“Melalui penguatan manufaktur, strategi pasar yang adaptif, serta komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, Hankook siap terus berkontribusi bagi pertumbuhan industri otomotif nasional dan menjadi mitra mobilitas masa depan di Indonesia,” tutup Bartek (Byunghak) Choi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News