Pembukaan  International Industrial Week (IIW) di Jakarta International Expo (JIEXPO), Rabu, 3 Juni 2026. Foto: Istimewa.
Pembukaan International Industrial Week (IIW) di Jakarta International Expo (JIEXPO), Rabu, 3 Juni 2026. Foto: Istimewa.

International Industrial Week Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Arif Wicaksono • 03 Juni 2026 20:25
Jakarta: Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) menilai penyelenggaraan International Industrial Week (IIW) di Jakarta International Expo (JIEXPO) menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah berbagai tantangan global.
 
Ketua Umum GAMMA, Dadang Asikin, mengatakan pameran industri berskala internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan teknologi, tetapi juga wadah kolaborasi yang dapat mendorong pengembangan sektor manufaktur Indonesia.
 
Baca juga: Tingkat Daya Saing Keahlian SDM Singapura Peringkat ke-2 Dunia, Ini Resepnya

"International Industrial Week bukan sekadar ajang display produk dan teknologi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah tantangan global yang semakin dinamis," ujar Dadang dalam sambutannya.
 
Menurut dia, pameran ini bukan sekadar ajang display produk dan teknologi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah tantangan global yang semakin dinamis, mulai dari transformasi digital, transisi energi, efisiensi rantai pasok, hingga persaingan industri berbasis teknologi tinggi.

Dadang menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, PT Meorient Exhibition International, yang telah menghadirkan forum internasional sebagai sarana promosi teknologi, pertukaran informasi, dan penguatan jejaring bisnis industri manufaktur. Atas nama GAMMA, ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.
 
"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Meorient dan seluruh penyelenggara yang telah menghadirkan forum internasional ini sebagai wadah kolaborasi, promosi teknologi, pertukaran informasi, serta penguatan jejaring bisnis industri manufaktur," katanya.
 
Dadang menegaskan industri logam dan mesin memiliki peran strategis sebagai tulang punggung pembangunan sektor manufaktur nasional. Oleh sebab itu, sinergi antara pelaku industri dalam negeri dan mitra internasional perlu terus diperkuat.
 
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat mendorong transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan pasar, serta peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) secara berkelanjutan.
 
"GAMMA memandang bahwa sinergi antara pelaku industri dalam negeri dengan mitra internasional harus terus diperkuat agar tercipta transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan pasar, dan peningkatan tingkat kandungan dalam negeri secara berkelanjutan," ungkapnya.

Dorong Investasi dan Kolaborasi Global

Lebih lanjut, Dadang berharap International Industrial Week mampu membuka peluang investasi baru sekaligus mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan industri Indonesia yang lebih modern, mandiri, dan memiliki daya saing di pasar global.
 
"Kami berharap kegiatan International Industrial Week ini mampu membuka peluang investasi baru, mempertemukan pelaku usaha lintas negara, serta menjadi katalis bagi tumbuhnya industri Indonesia yang lebih modern, mandiri, dan berdaya saing global," jelasnya.
 
Ia optimistis penyelenggaraan International Industrial Week akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan industri Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok manufaktur global.
 
Sementara itu, President Director PT Meorient Exhibition International, Larissa Zhou menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pameran industri tersebut, mulai dari pemerintah, asosiasi industri, mitra bisnis, hingga peserta pameran dari dalam dan luar negeri.
 
"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh tamu undangan, mitra, peserta pameran, pembeli, pengunjung, sponsor, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam IIW Indonesia 2026. Kehadiran dan dukungan mereka membuat acara ini menjadi lebih bermakna," ujar Larissa dalam sambutannya.
 
Larissa mengatakan IIW Indonesia tidak hanya menjadi pameran industri, tetapi juga berfungsi sebagai platform yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi dan memperluas peluang usaha.
 
Menurut dia, Indonesia saat ini masih menjadi salah satu pasar manufaktur yang paling dinamis di Asia Tenggara. Pertumbuhan industri yang terus berlanjut didukung oleh meningkatnya kebutuhan terhadap transformasi industri, inovasi mesin, manufaktur cerdas, teknologi otomatisasi, dan pembangunan berkelanjutan.
 
"International Industrial Week lebih dari sekadar pameran. Ini adalah platform tempat industri terhubung, inovasi bertemu peluang, dan kemitraan global dimulai," kata Larissa.
 
Sebagai informasi, pembukaan IIW Indonesia 2026 turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, perwakilan MATRADE Jakarta, JETRO Jakarta, serta sejumlah asosiasi industri, antara lain Federasi Asosiasi Industri Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA), Federasi Pengemasan Indonesia (IPF), Federasi Pengembangan Pengemasan (PDF), Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (ASIMPI), dan Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia (APLINDO).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan