Hasil riset InMobi menunjukkan, 74 persen konsumen meningkatkan alokasi belanja mereka saat Ramadan dibandingkan tahun sebelumnya. Temuan ini menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar periode belanja musiman, melainkan momentum penting yang dimaksimalkan konsumen secara aktif.
Transaksi online melonjak tajam saat Ramadan
Tren serupa juga terlihat pada kanal belanja online. Danang Cahyono, Chief Operating Officer SIRCLO, menyampaikan bahwa data internal SIRCLO mencatat peningkatan jumlah transaksi hingga 115 persen selama periode dua minggu sebelum Ramadan hingga dua minggu setelah Idulfitri 2025, dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya.“Temuan ini menegaskan bahwa Ramadan membuka peluang bagi brand untuk membangun nilai dan loyalitas jangka panjang melalui strategi penjualan online yang tepat,” jelas Danang dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Januari 2026.
| Baca juga: Strategi Brand Menghadapi Fragmentasi Saluran Belanja Online dan Offline |
Kategori favorit selama Ramadan
Berdasarkan data internal SIRCLO, terdapat lima kategori utama yang mendominasi transaksi selama Ramadan 2025, yakni:- Beauty & Personal Care
- Fast Moving Consumer Goods (FMCG)
- Mom & Baby
- Healthcare
- Fashion
Pola ini mencerminkan kecenderungan konsumen yang semakin mengandalkan belanja online untuk kebutuhan fungsional, konsumsi rutin, hingga persiapan Hari Raya.
Tak hanya volume transaksi, nilai keranjang belanja juga meningkat. Kategori FMCG mencatat kenaikan rata-rata nilai belanja hingga 27,5 persen, disusul Travelling sebesar 14 persen, dan Fashion sebesar 13,5 persen. Hal ini menandakan konsumen cenderung berbelanja lebih banyak dalam satu transaksi.
Jam makan siang jadi waktu favorit belanja
Pola waktu belanja juga menunjukkan konsistensi. Data SIRCLO mengungkapkan bahwa pukul 12.00 siang menjadi jam belanja paling populer, bahkan melonjak hingga dua kali lipat selama Ramadan.Temuan ini diperkuat oleh data Telkomsel Enterprise yang menunjukkan puncak aktivitas digital terjadi pada tiga waktu utama, yakni menjelang sahur (03.00-05.00 WIB), waktu istirahat siang (11.00-14.00 WIB), serta sore hingga malam hari menjelang dan setelah berbuka puasa (16.00-19.00 WIB).
“Ramadan bukan hanya tentang lonjakan penjualan, tetapi bagaimana brand mampu
memahami dan menjawab kebutuhan konsumen secara tepat. Di tengah tingginya permintaan
dan kompleksitas eksekusi lintas kanal, kesiapan operasional yang menyeluruh menjadi kunci
untuk menjaga konsistensi pengalaman belanja," tutur Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News