Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Lebih dari Rp10 Triliun Disiapkan untuk Insentif Antivirus Korona Jilid II

Ekonomi Virus Korona insentif fiskal kementerian perekonomian
Eko Nordiansyah • 04 Maret 2020 16:30
Jakarta: Pemerintah berencana kembali merilis insentif sebagai antivirus untuk mengurangi dampak penyebaran virus korona ke ekonomi. Bahkan anggaran yang disiapkan bisa melebihi dari insentif yang telah diberikan sebelumnya, yakni sebesar Rp10,3 triliun.
 
"Targetnya demikian (anggaran insentif yang disiapkan), lebih dari yang pertama," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Maret 2020.
 
Baca:Sri Mulyani Kasih Kelonggaran Waktu Perusahaan Bayar PPh 21
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga menambahkan berbagai insentif yang disiapkan akan menyasar stimulus bagi industri. Khususnya kemudahaan perizinan untuk impor bahan baku di industri manufaktur serta dukungan untuk mendorong ekspor di tengah pelemahan perdagangan global.
 
"Ditambah integrasi dari sistem Perdagangan, Perhubungan dan Bea Cukai agar dokumentasi ekspor itu lebih standar. Kemudian juga akan didorong agar perizinan-perizinan yang membutuhkan sertifikat khusus misal sertifikat keterangan asal (SKA) atau health certificate bisa dikeluarkan di titik-titik ekspor sehingga tidak bolak balik," jelasnya.
 
Dirinya mengaku saat ini pemerintah masih melakukan pembahasan terkait insentif yang bakal diberikan. Airlangga berharap kebijakan ini akan diluncurkan dalam waktu dekat sehingga bisa segera diumumkan kepada publik.
 
"Semuanya terkait dengan (insentif) fiskal, sebagai contoh tourism itu kan terkait dengan fiskal yang Rp10,3 triliun. Jadi kita akan membuat paket yang mempunyai dampak terhadap kebijakan fiskal tersebut. Artinya kita akan mendorong dalam situasi ini spending langsung tambahan," pungkas dia.
 
Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp10,3 triliun sebagai antivirus mencegah dampak korona ke ekonomi. Insetif diberikan baik untuk pariwisata serta mendukung konsumsi agar tetap bisa tumbuh sehingga berkontribusi terhadap perekonomian.
 
Sementara khusus untuk pariwisata, pemerintah mengalokasikan Rp742,4 miliar terdiri dari Rp298,5 miliar untuk menggaet wisatawan asing serta insentif wisatawan dalam negeri sebesar Rp443,9 miliar.
 
Baca:Perlindungan Konsumen Perlu Diutamakan Hadapi Virus Korona
 

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif