Menparekraf Sandiaga Uno/Istimewa.
Menparekraf Sandiaga Uno/Istimewa.

Kemenparekraf Target 244 Desa Wisata Tersertifikasi di 2024

Ekonomi Pariwisata Menparekraf Kemenparekraf
Whisnu Mardiansyah • 28 April 2021 20:06
Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus menggenjot pengembangan desa wisata. Program itu masuk dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2020-2024.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Sandi menekankan  pentingnya pemetaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di sektor pariwisata.
 
Baca: Sandiaga Buat Strategi Promosikan Rendang Payakumbuh ke Luar Negeri

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemetaan kualitas SDM sektor pariwisata, terang Sandi dengan meningkatkan pengelolaan homestay atau menjadi pemandu wisata. Sedangkan, pada bidang ekonomi kreatif, kompetensi SDM dapat dipetakan dalam mengelola kuliner atau menjadi pengerajin kriya dan fesyen.
 
"Di tahun 2021 SDM ini menjadi fokus dari Kemenparekraf. Kita telah melakukan pemetaan kompetensi SDM di 67 desa wisata, tapi jumlah ini masih kurang, dan kita akan terus tingkatkan dengan kolaborasi. Sudah ada 14 asosiasi atau komunitas, dan 20 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Kemenparekraf," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu, 28 April 2021.
 
Usai pemetaan SDM, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan memfasilitasi pelatihan berbasis kompetensi. Di antaranya melalui upskilling maupun reskilling yang disesuaikan dengan kebutuhan pelatihan di tiap desa wisata.
 
Selain menciptakan SDM yang unggul, komponen yang diperlukan dalam kemajuan desa wisata antara lain atraksi, amenitas, aksesibilitas, serta aktivitas di desa wisata.
 
"Jika seluruh komponen terpenuhi, urbanisasi masyarakat dari desa ke kota diharapkan dapat berkurang, karena banyak aktivitas ekonomi yang diciptakan. Selain itu, desa wisata dapat menjadi upaya dalam melestarikan dan memberdayakan potensi budaya lokal dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di kalangan masyarakat," kata Sandi.
 
Pada 2019, sektor pariwisata menyumbang devisa nomor dua terbesar di Indonesia setelah sektor migas, sebesar 16,9 miliar dolar AS. Sedangkan, sektor ekraf menyumbangkan sebesar Rp1,1 triliun terhadap PDB Indonesia. Untuk itu, dengan adanya pengembangan desa wisata diharapkan mampu mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi secara nasional.
 
(ADN)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif