Ilustrasi: Foto: MI/M Taufan SP Bustan.
Ilustrasi: Foto: MI/M Taufan SP Bustan.

Ada Aplikasi Nih soal Pemancing Pulang Bikin Orang Rumah 'Full Senyum'

Insi Nantika Jelita • 29 September 2022 11:57
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan aplikasi E-Mancing yang ditujukan untuk penerbitan persetujuan penangkapan ikan untuk tujuan nonkomersial.
 
Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda menjelaskan E-Mancing merupakan implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 27 Tahun 2021 pasal 12 dan pasal 15, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para pemancing.
 
"Selain memberikan kepastian dan kenyamanan berkegiatan memancing oleh klub mancing atau perorangan, E-Mancing juga dapat digunakan sebagai alat pendataan informasi tentang jenis dan ikan yang ditangkap," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 29 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Huda, jumlah titik tujuan memancing dan menyelam yang ada di Indonesia akan terus diperbarui untuk mendukung kemajuan olahraga memancing.
 
Terdapat beberapa area perairan yang dilarang untuk olahraga dan wisata memancing yakni area ikan bertelur dan tempat pembibitan, alur pelayaran, alur migrasi biota dilindungi, kawasan pelabuhan, titik penyelaman dan zona lain yang diatur sesuai ketentuan.
 
Baca juga: KKP Kini Punya Integrated Maritime Intelligent Platform, Bisa Jaga Kesehatan Laut Nih!

 
Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia menyimpan potensi sumber daya ikan yang melimpah. Adapun estimasi potensi sumber daya ikan di 11 wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan sebanyak 12,01 juta ton per tahun.
 
Sedangkan, data Food and Agricultural Organization (FAO) Tahun 2020 menunjukkan Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia untuk produksi perikanan tangkap laut terbesar dan menyumbang delapan persen dari produk dunia.
 
KKP pun memperkenalkan aplikasi E-Mancing di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara Tinneke Adam menjelaskan, pihaknya mengembangkan wisata bahari untuk menjadi tujuan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik ke Sulawesi Utara.
 
"Diharapkan dengan adanya E-Mancing ini lebih memperkenalkan Sulawesi Utara dan Likupang, khususnya menjadi tujuan pemancing nasional dan internasional sebagai titik memancing yang semakin mendunia," pungkasnya.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif