Wisma RMK. Foto: RMK Energy.
Wisma RMK. Foto: RMK Energy.

RMK Energy Incar Pendapatan Rp2,48 Triliun Tahun Ini

Husen Miftahudin • 20 Juli 2022 19:31
Jakarta: PT RMK Energy Tbk (RMKE) memproyeksikan pendapatan tahun ini bisa menembus Rp2,47 triliun. Jika terealisasi, maka pendapatan emiten yang bergerak di bidang logistik dan penjualan batu bara ini tumbuh 32,8 persen dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp1,86 triliun.
 
Diakui Direktur Keuangan RMK Energy Vincent Saputra, proyeksi pendapatan tersebut karena batu bara masih menjadi komponen utama bahan baku penggerak kelistrikan di Indonesia. Peranannya akan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan komitmen pemerintah dalam menyediakan kelistrikan bagi masyarakat.
 
"Peranan batu bara yang menjadi komoditas utama dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia juga menuntut tersedianya faktor logistik dalam pendistribusian batu bara tersebut, terutama tersedianya pelabuhan sebagai terminal khusus," ungkap Vincent dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Rabu, 20 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai perusahaan penyedia logistik terbesar di Sumatra Selatan, perseroan menyadari kebutuhan tersebut dengan dimilikinya satu pelabuhan terminal khusus yang merupakan satu-satunya terminal khusus batu bara swasta di Indonesia yang terintegrasi dengan kereta api.
 
Fasilitas tersebut telah mendorong perseroan optimistis dalam menciptakan pertumbuhan kinerja ke depan. Sebab saat ini tidak ada alternatif solusi yang dapat ditawarkan baik oleh swasta maupun pemerintah di Sumatra Selatan dalam mengatasi masalah logistik yang terintegrasi tersebut.
 
Dengan keberadaan terminal terintegrasi itu, perseroan menargetkan pelabuhan tersebut mampu mengapalkan minimal 25 juta ton per tahun dengan pertimbangan jumlah trafik di sungai per hari dan juga kapasitas yang masih dapat dibangun di pelabuhan.
 
"Target lain adalah menyeimbangkan stasiun pembongkaran kereta api dengan kapasitas minimal 17 juta ton dan dapat ditingkatkan lagi," sebutnya.
 
Baca juga: Siap-Siap, Pajak Karbon untuk PLTU Batu Bara Diterapkan Tahun Ini!

 
Perseroan juga menargetkan membangun stasiun muat khusus batu bara di hulu lokasi pertambangan batu bara untuk meningkatkan jumlah batu bara yang dapat dimuat.
 
"Perseroan juga ingin mengembangkan sayap usaha ke jasa penunjang industri batu bara seperti kontraktor, hauling, kontraktor tambang atau jasa lainnya, dan menargetkan untuk mengakuisisi atau bekerja sama dengan tambang-tambang potensial," paparnya.
 
Hingga kuartal I-2022, RMKE membukukan pendapatan bersih senilai Rp413,54 miliar. Jumlah ini melonjak 150 persen  dari raihan pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp164,95 miliar.
 
Pendapatan RMKE didominasi oleh bisnis penjualan batu bara, yakni sebesar Rp309,85 miliar. Disusul pendapatan dari jasa unloading, loading, dan crushing sebesar Rp71,89 miliar, serta jasa sewa kendaraan, alat berat, dan container senilai Rp15,18 miliar.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif