Kegiatan yang bertujuan melahirkan wirausahawan tangguh ini diikuti oleh 50 peserta yang mewakili 50 merek terpilih dari batch 1 gelombang pertama Program Rocket Incubation 2026. Para peserta merupakan pelaku usaha dari berbagai sektor bisnis.
Founder Yayasan Indonesia Setara & Sandination Academy, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membina dan mengakselerasi pelaku usaha muda di Indonesia.
"Program ini difokuskan pada pendampingan yang aplikatif dan berorientasi pada pengembangan bisnis agar para pelaku usaha muda memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan," kata Sandiaga Uno dalam keterangan resminya.
Tak hanya meningkatkan kemampuan dalam kewirausahaan, Sandiaga Uno mengungkapkan Rocket Incubation 2026 bertujuan membentuk karakter, integritas para pelaku usaha muda. Sehingga, para wirausahawan muda sebagai generasi penggerak ekonomi mampu mandiri dan berdampak sosial.
"Rocket Incubation 2026 tidak hanya berfokus pada pertumbuhan usaha, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, serta tanggung jawab sosial para pelaku usaha muda," ujar Sandiaga Uno.
| Baca juga: Pentingnya Literasi Keuangan dan Keterampilan Kewirausahaan Siswa Sejak Dini |
Diketahui, Rangkaian Rocket Incubation 2026 berlangsung selama 6 bulan., dengan metode offline dan online mentorship. Rangkaian kegiatan disusun secara terstruktur dan berkesinambungan, dimulai dari registrasi peserta, sesi pembukaan, hingga pendampingan intensif.
Pada sesi mentoring pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Value Proposition Design (VPD). Materi ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan menyusun proposisi nilai yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Peserta juga diminta mempresentasikan value produk atau usaha yang dijalankan sebagai bentuk pengujian awal atas proposisi nilai yang dimiliki. Sesi tersebut dilengkapi dengan praktik penyusunan dan penyempurnaan VPD yang didampingi mentor, serta post test untuk mengukur pemahaman peserta.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi literasi keuangan dan permainan interaktif yang difasilitasi oleh OCBC Syariah. Sesi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan usaha melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif.
Memasuki sesi mentoring kedua, peserta dibekali materi analisis kompetitor dan riset pasar. Materi mencakup teknik mengidentifikasi peluang pasar, menganalisis pesaing, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Sesi ini juga dilengkapi dengan praktik berbasis studi kasus dan post test.
Menjelang penutupan, peserta mengikuti sesi Games Rocket untuk meningkatkan keterlibatan dan kekompakan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi evaluasi dan dokumentasi sebagai rangkaian akhir Offline Mentoring Rocket Incubation 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News