Penggabungan ini menjadi fase penting dalam memperkuat bisnis layanan internet dan infrastruktur digital di Indonesia, sekaligus membuka babak baru bagi kedua entitas.
Rencana merger dan jadwal penting
Rencana penggabungan ini telah disusun secara matang oleh kedua perusahaan.Mengacu prospektus di keterbukaan informasi BEI, Selasa, 17 Maret 2026, rancangan merger telah disetujui oleh direksi dan dewan komisaris pada 16 Desember 2025.
Selanjutnya, keputusan penting akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Maret 2026.
Adapun persetujuan dari Menteri Hukum atas penggabungan usaha dijadwalkan pada 22 April 2026.
| Baca juga: Merger GoTo dan Grab? Ini Langkah Strategis Danantara Indonesia |
Perubahan struktur dan dampak ke pemegang saham
Merger ini akan berdampak langsung pada struktur kepemilikan saham."Penggabungan akan mengakibatkan penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) para pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk dikarenakan adanya peningkatan modal saham perusahaan yang menerima penggabungan," tulis perusahaan dalam prospektus.
"Besarnya penurunan persentase kepemilihan saham (dulusi) untuk pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk sebesar 50,50 persen," jelasnya..
Hal ini menjadi perhatian penting bagi investor, karena akan memengaruhi porsi kepemilikan mereka setelah merger rampung.
Komitmen terhadap pemegang saham dan persaingan usaha
Dalam proses merger, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga kepentingan semua pihak.Penggabungan akan dilakukan memperhatiakn kepentingan masing masing perusahaan yang melakukan penggabungan, masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha serta menjamin tetap terpenuhinya hak-hak para pemegang saham publik dan karyawan.
Nama baru setelah merger
Setelah proses penggabungan selesai, entitas hasil merger akan menggunakan nama baru, yaitu PT Ekamas Mora Republik TbkNama ini mencerminkan integrasi antara kekuatan infrastruktur MORA dan layanan ritel MyRepublic.
Adapun, Sinarmas lewat PT Innovate Mas Utama bakal menjadi pengendali baru dengan memegang 48,36 persen saham MORA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News