Salah satu titik penting dalam rantai distribusi di timur Indonesia adalah Terminal BBM Wayame yang berfungsi sebagai hub strategis penyaluran energi di kawasan tersebut.
Jalur laut jadi tulang punggung distribusi
Sebagai wilayah kepulauan, bagian Indonesia timur memiliki tantangan geografis yang tidak sederhana. Karena itu, Pertamina Patra Niaga mengandalkan jalur laut sebagai tulang punggung distribusi energi.Distribusi energi ke Terminal BBM Wayame didukung oleh armada yang beroperasi secara berkelanjutan melalui jalur laut, dengan jenis kapal Medium Range (MR) Tanker dan General Purpose Tanker.
| Baca juga: Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran, Pertamina Libatkan Korlantas Polri |
Armada yang terlibat antara lain PIS Cepu, Matindok, Merauke, Krasak, Klawotong, dan Katomas, dengan kapasitas berkisar antara 17.500 DWT hingga 50.000 DWT, sehingga mampu mengangkut BBM dalam jumlah besar sekaligus menjangkau pelabuhan dengan keterbatasan tertentu.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyampaikan bahwa jalur laut memiliki peran strategis dalam memastikan pemerataan energi nasional.
“Distribusi energi melalui jalur laut menjadi backbone dalam menjangkau wilayah kepulauan. Kami memastikan kesiapan operasional dan armada agar pasokan energi tetap merata, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Dengan posisi strategis Ambon sebagai simpul distribusi energi di kawasan timur, optimalisasi jalur laut menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan akses energi yang adil dan merata hingga ke wilayah kepulauan dan daerah 3T, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News