Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id

Pemerintah Targetkan RI Jadi Negara Maju Sebelum 2045

Annisa ayu artanti • 20 Agustus 2022 07:53
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah memiliki visi Indonesia 2045 yaitu menjadikan Indonesia negara maju sebelum 2045 dan pusat peradaban maritim dunia.
 
Pernyataan tersebut secara optimistis dikatakan oleh Luhut dengan melihat data terkait Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang mendekati USD10 ribu, dengan prediksi Ro3 triliun dalam satu dekade ke depan. 
 
Baca juga: Luhut: Indonesia Tidak Kekurangan Investor! 

Tak hanya itu, Luhut menyampaikan mengenaj pencapaian visi pusat peradaban maritim dunia. Indonesia sebagai negara maritim berkontribusi untuk pertumbuhan blue economy nasional, regional, dan internasional. 
 
"Kita kaya dengan terumbu karang, padang lamun, hingga mangrove, serta keanekaragaman hayati di laut yang berkontribusi bagi pertumbuhan blue economy," kata Luhut, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Agustus 2022.
 
Masih berkaitan dengan blue economy, Luhut mengungkapkan Indonesia memiliki potensi nilai karbon yang besar dari mangrove, lahan gambut, dan juga hutan hujan tropis. Indonesia juga memiliki potensi nilai karbon sebesar 33 gigaton dari mangrove, 20,2 gigaton dari lahan gambut, dan 25,18 gigaton dari hutan hujan tropis. Hal itu menurutnya menjadikan Indonesia sebagai negara yang mampu mendukung tercapainya net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. 
 
Selain potensi nilai ekonomi yang besar, Luhut juga memaparkan mengenai potensi energi terbarukan yang besar dan dapat dimanfaatkan. 
 
"Kita punya energi baru dan terbarukan seperti dari kelautan, geotermal, bioenergi, angin, matahari, air. Dari total yang ada sebanyak 437,4 giga watt, kita baru hanya pakai 10,4 giga watt saja atau 2,5 persen. Bayangkan kalau kita bisa memaksimalkan ini," katanya. 
 
Dengan banyaknya potensi ini, Luhut menyebutkan tiga hal penting dalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan secara maksimal, yaitu hilirisasi industri, digitalisasi, dan pengembangan sumber daya manusia. 
 
"Indonesia harus terus melakukan perbaikan dan hal ini hanya bisa dilakukan melalui hilirisasi industri dan peningkatan efisiensi melalui digitalisasi. Tidak hanya itu, sumber daya manusianya juga harus didukung," jelasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan