Menparekraf Sandiaga Uno. FOTO: dok Kemenparekraf
Menparekraf Sandiaga Uno. FOTO: dok Kemenparekraf

Ini Siasat Sandiaga Bawa Istilah 'Tukang Jadi Lebih Glamor' di Era Industri 4.0

Antara • 30 September 2022 08:45
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan istilah tukang yang selama ini dikenal sebagai profesi tidak terlalu glamor dapat dikembangkan menjadi Tukang 4.0, yakni pekerja kreatif di sektor fabrikasi. Pekerja kreatif tersebut mampu memanfaatkan teknologi digital dan terhubung dengan jaringan global.
 
"Kita berada di era Industri 4.0, sebuah masa di mana sumber daya manusia dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital,” kata dia, dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, dilansir dari Antara, Jumat, 30 September 2022.
 
Dalam kesempatan tersebut, ia mendukung, penyelenggaraan Bali Fab Fest sebagai upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi para penggiat fabrikasi digital di Bali. Kegiatan itu yang bakal dilaksanakan di Jimbaran Hub pada 12-22 Oktober 2022 bertujuan mendorong pertumbuhan sumber daya manusia ekonomi kreatif, terutama di fabrikasi digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Upaya ini sekaligus untuk mendukung pertumbuhan ekosistem inovasi lokal dengan menghubungkan mereka ke jaringan global. Hal ini sejalan dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam meningkatkan daya saing SDM di Tanah Air," ucap Sandiaga.
Baca: Pemerintah Dorong Riset dan Percepatan Hilirisasi Timah Monasit

Menurut dia, pelaku industri kreatif di Indonesia sudah banyak diakui keahliannya di tingkat dunia. Keahlian mereka dapat berkembang jika dapat mengakses piranti yang lebih beragam seperti 3D printer atau virtual reality untuk kebutuhan prototyping maupun visualisasi sebelum membuat karya.
 
Menparekraf mengharapkan kehadiran Bali Fab Fest dapat mendorong lahirnya Bengkel 4.0 dan Tukang 4.0 di banyak daerah Tanah Air. Dengan adanya akses ke jaringan global, mereka mampu memanfaatkan rancangan dari berbagai wilayah di seluruh dunia untuk melahirkan solusi bagi permasalahan di daerah masing-masing sembari mengutamakan kearifan lokal.
 
"Keberadaan para Tukang 4.0 ini dimungkinkan dengan hadirnya Bengkel 4.0, yaitu makerspace dan fab lab (laboratorium fabrikasi) dengan kemampuan fabrikasi hyperlocal yang terhubung dengan ekosistem global. Kami berharap lewat festival ini bisa menghasilkan lapangan kerja yang lebih berkualitas khususnya di bidang fabrikasi digital," ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Steering Committee sekaligus Co-founder Bali Fab Fest Ilham Akbar Habibie mengungkapkan perhelatan tersebut merupakan event literasi digital yang mendalam bagi para penggiat fabrikasi digital.
 
"Saat ini tidak cukup jika kita hanya menghubungkan SDM lokal ke jaringan global, kita juga harus menjadi bagian dari jaringan tersebut dan membangun simpul-simpul fabrikasi di berbagai daerah. Bali Fab Fest membuka akses bagi Bengkel 4.0 dan setiap Tukang 4.0 di setiap daerah untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan orang dari berbagai disiplin," pungkasnya.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif