Kerja sama riset dan percepatan hilirisasi monasit antar kementerian/lembaga. Foto: Dok Rekind
Kerja sama riset dan percepatan hilirisasi monasit antar kementerian/lembaga. Foto: Dok Rekind

Pemerintah Dorong Riset dan Percepatan Hilirisasi Timah Monasit

Eko Nordiansyah • 29 September 2022 20:20
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) dan Kementerian ESDM bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Timah Tbk dan PT Bersahaja dalam rangka riset dan percepatan hilirisasi monasit menjadi oksida logam tanah jarang (LTJ), fosfat, uranium dan torium.
 
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin, Plt Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Nasional BRIN R. Hendrian, Direktur Utama PT Timah Tbk Achmad Ardianto, Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih dan Direktur Utama PT Bersahaja Arbi Leo S.
 
Triyani mengatakan, sinergi ini membawa 'angin segar' bagi Rekind. Kerja sama ini juga menunjukkan perusahaan Engineering, Procurement dan Construction (EPC) nasional tersebut untuk terus mengembangkan inovasi sebagai upaya mempertahakan eksistensinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sinergi ini merupakan amanah besar yang diberikan negara kepada kami sebagai upaya meningkatkan kemampuan perekenomian bangsa yang saling menguntungkan dengan tujuan menyusun kebijakan, data riset, dokumen teknis hingga percepatan industrialisasi," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 September 2022.
 
Menurutnya, pengolahan monasit menjadi uranium, torium, fosfat dan oksida LTJ dalam rangka peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Kerja sama ini merupakan prestasi Rekind yang berkontribusi aktif dalam pembangunan ekosistem dan melahirkan industri LTJ di tanah air. 
 
LTJ merupakan logam yang terkandung dalam monasit. Salah satu contoh sumber deposit utamanya yaitu monazite, merupakan mineral ikutan yang ada pada pertambangan timah. Saat ini ada beberapa negara yang mengembangkannya di level bisnis, yaitu Tiongkok, Australia dan Amerika Serikat.
 
Pemanfaatan LTJ menjadi perhatian negara sejak 2018, ditandai dengan dibentuknya konsorsium melalui Keputusan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Nomor 236/2018. Apalagi produk turunan LTJ mampu mendukung peran di sektor otomotif masa depan, terutama dalam menyediakan magnet untuk motor pada mobil listrik.
 
Baca juga: 2 Investor Tiongkok Incar Garap Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

 
Selain itu, LTJ juga berpotensi menunjang pengembangan sektor energi melalui panel surya efisiensi tinggi dan baterai dengan kemampuan penyimpanan energi yang besar. LTJ juga memiliki peran besar dalam industri kesehatan, seperti pada alat Magnetic Resonance Imaging (MRI), serta industri pertahanan melalui cat anti radar.
 
"Maka dari itu, keterlibatan kami dalam riset dan percepatan hilirisasi penambangan timah monasit menjadi uranium, torium, fosfat dan LTJ oksida merupakan bentuk kontribusi besar Rekind karena LTJ memiliki produk yang bervariasi dan fleksibel untuk dikembangkan," lanjut dia.
 
Anak usaha PT Pupuk Indonesia tersebut akan berperan dalam penyusunan BED dan FEED dokumen dan pembangunan demo plant dalam lingkup perancangan pengolahan monasit menjadi LTJ oksida dalam mendukung pemanfaatan sisa hasil pengolahan timah.
 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif