Ilustrasi Hero Supermarket. Foto: dok MI.
Ilustrasi Hero Supermarket. Foto: dok MI.

HERO Pastikan Stok Barang Pokok Tetap Tersedia

Ekonomi kebutuhan pokok hero supermarket
Annisa ayu artanti • 19 Maret 2020 10:26
Jakarta: PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memastikan ketersedian barang-barang pokok di gerai-gerai Hero dan Giant tetap aman, meski terjadi peningkatan pembelian usai Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien terjangkit virus korona (covid-19) pada awal Maret lalu.
 
Head of Communications & Government Relations Hero Supermarket Diky Risbianto mengatakan situasi saat ini memang telah menyebabkan peningkatan pembelian barang-barang pokok di seluruh pasar. Namun Hero tetap memastikan ketersediaan di gerai cukup selama masyarakat tidak melakukan panic buying.
 
"Kami akan memiliki ketersediaan barang yang cukup selama semua pelanggan hanya membeli apa yang mereka butuhkan," kata Diky kepada Medcom.id, Kamis, 19 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak Hero, lanjut Diky meminta masyarakat untuk tenang dan membeli barang sewajarnya. Perusahaan akan selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan distributor untuk memastikan stok barang.
 
"Kami mengimbau kepada pelanggan agar tetap tenang, karena kami saat ini bekerja sepanjang waktu dengan supplier untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secepat mungkin," jelasnya.
 
Baca: Aprindo: Pembatasan Belanja Agar Penyaluran Barang Merata
 
Di sisi lain, tambah Diky, Hero Group juga telah menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home bagi karyawan yang berada di kantor support service center dengan tetap melakukan pengecekan berkala untuk keamanan dan kesehatan rekan kerja kami di toko.
 
"Pengaturan kerja ini telah dilakukan dengan penyesuaian sedemikian rupa agar kami tetap dapat saling mendukung sehingga tidak akan mengganggu aktivitas operasional toko," tukasnya.
 
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, sepanjang 2019 Hero mencatat laba bersih sebesar Rp71 miliar. Namun pendapatan bersih menurun 5,4 persen menjadi Rp12,25 miliar.
 
Manajemen menjelaskan penurunan pendapatan tersebut disebabkan karena adanya rencana optimasi toko dan gerai. Sedangkan capaian penjualan tersebut didukung oleh penjualan dua digit dari bisnis Guardian dan IKEA.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif