Ilustrasi petani garam. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi petani garam. Foto: Medcom.id.

Luhut: Impor Garam Industri Harus Ada Rekomendasi dari Kemenperin

Ekonomi garam Kementerian Perindustrian Luhut Pandjaitan impor garam
Nur Azizah • 05 Oktober 2020 16:06
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan impor garam industri harus ada rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
 
"Jadi tadi keputusan penting yang saya pikir mendasar dari presiden, presiden setuju bahwa industri-industri untuk makanan dan industri yang butuh garam industri, mereka mengimpor langsung. Dengan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian," kata Luhut, saat konferensi pers virtual, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Dia mencontohkan industri kaca yang membutuhkan garam impor. Apabila industri ini melanggar atau menyalurkan ke pasar sehingga membuat garam rakyat turun, maka izinnya akan dicabut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita berharap, yang paling tahu adalah Menperin berapa industri yang butuh garam industri dan berapa jumlah yang mereka butuh. Itu saya kira akan dibuat, diinventarisasi oleh Pak Agus Gumiwang. Dan itu nanti akan diterbitkan ke publik, sehingga publik akan ikuti awasi benar enggak jumlahnya. Termasuk tadi gula. Gula pun yang nanti impor hanya industri pangan yang memerlukan gula. Jadi tidak lagi dari orang lain sehingga jadi permainan," tegasnya.
 
Begitu juga dengan gula, jika industri makanan memerlukan gula, maka dia akan mengimpor. Hal ini, menurutnya, tentu saja Menteri Perindustrian lebih tahu jumlah impornya. Jika perusahaan mengimpor dan menjual keluar itu, maka akan dicabut izinnya atau ada sanksi dari Kemenperin.
 
Baca: Luhut Klaim Produksi Garam Rakyat Menurun Karena Cuaca
 
Selain itu, lanjut dia, garam bisa diproduksi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Teknologi ini dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
 
"Saya pikir bisa segera kita lakukan. Termasuk garam terintegrasi yang di Muncar yang akan dibuat teknologinya oleh Pak Bambang. Menristek ini banyak menghasilkan teknologi akibat covid-19, baik di industri farmasi atau industri ini," jelasnya.
 
Menurut dia, imbas dari covid, jika dilihat dari sisi baiknya bisa dipaksa untuk melahirkan sebuah teknologi, sehingga tidak tergantung pada impor.
 
"Itu yang terpenting tentang garam, sekaligus kita timpalin dengan gula. Dan presiden memerintahkan tadi untuk kami membuat segera bagaimana formatnya, nanti dengan Menteri Agus Gumiwang dan nanti Pak Bambang segera susun formatnya. Presiden juga segera meminta pilot project untuk industri garam," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif