Ilustrasi pembangunan berkelanjutan/Medcom.id
Ilustrasi pembangunan berkelanjutan/Medcom.id

Dibutuhkan Keterlibatan Lintas Sektor untuk Pembangunan Berkelanjutan

M Sholahadhin Azhar • 20 Juli 2022 21:22
Jakarta: Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan nasional atau Sustainable Development Goals (SDGs). Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia, Gusman Yahya, menilai sejumlah pihak dapat mengkaji tantangan dan peluang melalui pendekatan yurisdiksi.
 
"Pendekatan yurisdiksi menjadi pintu masuk bagi partisipasi para pihak dari lintas sektor bersinergi mendukung perencanaan jangka menengah (RPJMN/D) guna memajukan daerah, sehingga dapat menjadi rujukan dan contoh untuk dikembangkan di daerah lainnya," kata Gusman melalui keterangan tertulis, Rabu, 20 Juli 2022.
 
Hal tersebut dibeberkan Gusman dalam Jurisdiction Collective Action Forum (JCAF) ke-11. Menurut dia, diperlukan pembagian peran pihak di daerah dan bersinergi memanfaatkan data-data yang tersedia. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyebut pemerintah daerah berupaya menyinergikan inventaris data dari seluruh wilayah hingga ke tingkat desa, agar program lebih optimal. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SDGs dilaksanakan oleh seluruh dunia, dengan tujuan jangka panjang yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, serta memberikan manfaat pada seluruh dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang saling terkait," ucap Emil. 
 

Baca: Buat Proyek One Map, Our Sustainability 4 Mahasiswa UI Raih Prestasi di Tingkat ASEAN


Pihaknya telah menyusun rencana aksi daerah terkait SDGs di Jawa Timur. Hal itu sebagai komitmen integral agenda pembangunan daerah dengan memfokuskan seluruh sumber daya yang dimiliki. 
 
JCAF Dialog Ke-11 bulan ini ialah bagian dari Filantropi Festival, dan merupakan seri dialog bulanan bagi para pihak dari lintas sektor. Mereka berbagi pengalaman tentang praktik terbaik berbasis fakta, dan mengidentifikasi pendekatan umum yang efektif dalam memajukan yurisdiksi. 
 
Hingga saat ini, JCAF telah memfasilitasi 10 seri dialog dan dihadiri 18.000 lebih peserta dari 24 negara. Kegiatan itu juga menampilkan berbagai topik untuk dibahas.
 
(ADN)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif