Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Foto: Dokumentasi Kementerian BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Foto: Dokumentasi Kementerian BUMN

Menanti Janji Erick Thohir Turunkan Harga Pertamax, Kapan Ya?

Annisa ayu artanti • 28 September 2022 11:58
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pernah mengatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax bisa turun, jika harga minyak dunia mengalami penurunan.
 
"Banyak yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun seperti apa? Pasti kami turun," kata Erick Thohir.
 
Erick Thohir mengatakan hal itu empat hari setelah perubahan harga pertamax menjadi Rp14.500 per liter yang diumumkan di Istana Merdeka, Jakarta.
 
Baca juga: Bos Pertamina Blak-blakan Ungkap Alasan Harga Pertamax Wajib Naik! 
 
Saat ini, harga minyak dunia sudah menyentuh level USD80 per barel. Mengutip Antara, Rabu, 28 September 2022, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik USD1,79 atau 2,3 persen menjadi USD78,5 per barel di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya minyak WTI anjlok 2,6 persen menjadi USD76,71 pada Senin, 26 September, level terendah sejak 6 Januari.
 
Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD2,21 atau naik 2,6 persen menjadi USD86,27 per barel di London ICE Futures Exchange. Brent jatuh 2,4 persen menjadi USD83,65, terendah sejak Januari di sesi sebelumnya.

Tak mudah turunkan harga BBM nonsubsidi


Meski begitu, pada 21 September 2022, Erick justru mengungkapkan tak mudah bagi harga BBM nonsubsidi seperti pertamax langsung mengalami penurunan harga, meski harga crude oil atau minyak mentah dunia mengalami penurunan menjadi USD90 per barel.
 
"Kalau harga BBM (dunia) menurun, pasti akan terjadi koreksi harga. Tapi kan pembelian BBM bukan hari ini turun, besok langsung ada. Kita kan beli tiga-empat bulan," kata ucapnya.
 
"Mesti ada ekuilibrium harga, tidak langsung bisa turun," imbuhnya.
 
Ia menyebut status Indonesia sebagai negara pengimpor BBM membuat tidak mudah dalam penentuan harga jual kepada masyarakat karena mengikuti harga minyak dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita kan impor BBM dari 2003, artinya kita negara pengimpor. Masyarakat (pikir) seakan-akan kita masih negara produsen BBM, benar, tapi kita banyak impornya," sebutnya.
 
Erick menyampaikan penyesuaian harga pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter merupakan upaya pemerintah dalam mengalihkan subsidi agar lebih tepat sasaran.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif