Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. FOTO: dok MI/Susanto
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. FOTO: dok MI/Susanto

Kadin Siap Rapatkan Barisan Dukung Hasil G20, yang Mana Nih?

Antara • 30 September 2022 07:44
Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid siap mendukung hasil dari salah satu ajang G20. Hal itu yaitu Kompendium Bali terkait poin peningkatan kemitraan dengan investor untuk menguatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
"Indonesia mempunyai potensi basis ekonomi nasional yang kuat, karena jumlah UMKM terutama usaha mikro yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja sangat besar," ujar Arsjad, dilansir dari Antara, Jumat, 30 September 2022.

Kompendium Bali (Bali Compendium) adalah hasil dari pertemuan tingkat menteri di bidang perdagangan, investasi, dan industri atau Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM), yang merupakan bagian dari acara G20 di Bali.
 
Terkait dengan poin UMKM, Arsjad menyebut, UMKM adalah tulang punggung perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Arsjad menjelaskan bahwa UMKM adalah pilar terpenting dalam struktur perekonomian Indonesia.
Baca: Pemerintah Dorong Riset dan Percepatan Hilirisasi Timah Monasit

Dia mengatakan demikian karena mengacu data Kementerian Koperasi dan UKM di 2021 yang menunjukkan jumlah UMKM mencapai 64,2 juta, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, UMKM juga mampu memberikan lapangan kerja bagi 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, atau sekitar 117 juta pekerja yang 64,5 persennya merupakan kaum perempuan. Dengan demikian, menurutnya, data tersebut memperlihatkan bahwa UMKM sangat penting untuk menopang perekonomian mayoritas rakyat Indonesia.
 
"Jadi bisa disebutkan bahwa fondasi ekonomi kita akan kuat, apabila UMKM-nya juga kuat,” katanya.
 
Menurut Arsjad, Bali Compendium adalah angin segar untuk UMKM, agar menjadi tuan di rumah sendiri dan dapat berbicara di kancah global. Sementara yang harus dilakukan untuk mendukung inisiatif tersebut antara lain adalah mempersiapkan UMKM untuk bisa ikut bersaing di kancah global.
 
Arsjad mengatakan, Kadin Indonesia sebagai rumah bagi semua pelaku usaha, termasuk UMKM, terus berupaya mengakselerasi kapasitas dan kapabilitas UMKM agar dapat bersaing dengan UMKM negara lain.
 
Ia mengemukakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan Kadin Indonesia dalam meningkatkan daya saing UMKM, adalah mendorong digitalisasi UMKM untuk menyambut era industri 4.0. Adapun ekonomi digital akan terus tumbuh dan berevolusi.
 
"Perdagangan digital berkontribusi terhadap perluasan akses pasar, pengurangan biaya perdagangan, hingga peningkatan peluang UMKM agar terintegrasi dengan pasar global. Untuk itu, kebijakan perdagangan digital yang dibangun harus bersifat inklusif dan dapat mengakomodasi masyarakat luas," pungkas Arsjad.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif