Menteri Perencanaan Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: MI/M.Irfan
Menteri Perencanaan Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: MI/M.Irfan

Direvisi, Menteri PPN: UU IKN Dirancang Tak Tergesa-gesa

Antara • 01 Desember 2022 14:34

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menepis anggapan yang menyebutkan Undang-Undang Ibu Kota Nusantara disusun secara tergesa-gesa oleh pemerintah dan DPR sehingga harus direvisi.
 
"Lebih bagus juga kalau kita bisa revisi sekarang. Kemarin itu bukan berarti kita tergesa-gesa, tidak," kata Suharso di lingkungan Istana Negara, dilansir Antara, Kamis, 1 Desember 2022.
 
Suharso mengatakan UU Nomor 3 Tahun 2022 soal IKN juga tidak cacat. Saat ini, UU tersebut juga bisa diterapkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, kata dia, pemerintah ingin merevisi UU IKN agar UU tersebut lebih kuat. Misalnya, melalui beberapa ketentuan yang terdapat dalam produk turunan UU 3/2022 berbentuk Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah akan dicantumkan dalam revisi UU IKN. Hal itu agar segala ketentuan dalam Perpres dan PP itu dapat lebih kuat karena dilindungi oleh UU.

Baca juga: 183 Investor Malaysia Tertarik Bangun IKN Nusantara

"PP dan Perpres dia berhadapan dengan UU (UU lain). Kita menginginkan tidak ada perdebatan kewenangan nya," ucap dia.
 
Suharso menjelaskan beberapa poin utama revisi IKN yakni mengenai struktur organisasi Otorita IKN, soal pertanahan, struktur pembiayaan, dan kewenangan dari kementerian/lembaga yang dapat dimandatkan ke otorita IKN.
 
Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga mendengarkan putusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan yang dilayangkan terhadap UU IKN. Dia pun mencontohkan soal revisi ketentuan aturan pertanahan dalam UU IKN.
 
"Tanah kita ingin pastikan lagi. karena para investor menginginkan untuk bisa bukan hanya mendapatkan hak selama 90 tahun, atau bisa dua kali lipat 180 tahun, tapi bagaimana orang bisa beli tidak tanah di sana. Itu kita sedang masukkan aturan itu," ujar dia.
  
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 


 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif