Ilustrasi kedelai lokal. Foto: AFP.
Ilustrasi kedelai lokal. Foto: AFP.

Kenaikan Harga Dorong Minat Petani Tanam Kedelai

Antara • 03 Desember 2022 19:20
Bantul: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan kenaikan harga kedelai lokal di tingkat petani saat ini bisa mendorong minat pelaku usaha tani menanam bahan baku dan tempe itu.
 
baca juga: Harga Kedelai Naik Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi

Kepala Bidang Penyuluhan Produksi dan Pengembangan Usaha Pertanian DKPP Bantul Imawan Handriyanto mengatakan minat petani tanam kedelai pada tahun ini sempat menurun karena harga kedelai petani kurang dari Rp10 ribu per kilogram (kg).
 
"Potensi luas tanam kedelai di Bantul masih bisa digenjot, tapi kemarin itu turun karena faktor harga, kemarin di bawah Rp10 ribu per kg, kemudian naik-naik, dan sekarang Rp11 ribuan, ini harapannya bisa mendorong minat petani untuk menanam kedelai," kata Imawan Handriyanto dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Desember 2022.
 
Oleh karena itu, kata dia, penyuluh pertanian di tingkat kecamatan-kecamatan akan menggerakkan sosialisasi dan memberikan motivasi kepada petani untuk dapat memanfaatkan kondisi harga kedelai yang menguntungkan bagi petani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita koordinasi dengan para penyuluh, sebagai pendorong motivator petani itu kan penyuluh, nah kita beri pengertian dengan situasi harga yang bagus ini harapannya luas panen, luas tanam kedelai bisa meningkat di tahun depan," katanya.
 
Imawan menyebutkan, pada tahun ini luas tanaman kedelai di Bantul kurang dari 700 hektare (ha), dengan produktivitas rata-rata sebanyak 1,7 ton per ha. Varietas kedelai yang ditanam yaitu Grobogan dan Anjasmoro.
 
"Mudah-mudahan bisa meningkat, harapannya sampai 1.000 ha meningkat hampir dua kali lipat. Paling tidak bisa kembali ke 700 ha, tapi kalau hanya 400 ha kurang mendukung peningkatan produksi kedelai, apalagi kebutuhan bahan baku terus ada," katanya.
 
Apalagi, kata dia, pada tahun depan pemerintah daerah berencana memberikan bantuan benih dan sarana produksi pertanian bagi petani dalam peningkatan luas tanam dan produktivitas panen kedelai, namun untuk alokasi disesuaikan dengan calon petani dan calon lokasi (CPCL).
 
"Nah untuk CPCL kita baru menjaring di lapangan, mudah mudahan bisa. Apalagi sekarang sudah ada teknologi pertanian untuk bisa menggenjot produksi kedelai hingga mencapai 2,4 ton per ha," kata Imawan.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif