Sejumlah asosiasi hadir pada pemaparan kinerja Mendag Zulkifli Hasan dalam 100 Hari Kerja di Kantor Kemendag. Foto: dok Biro Humas Kemendag.
Sejumlah asosiasi hadir pada pemaparan kinerja Mendag Zulkifli Hasan dalam 100 Hari Kerja di Kantor Kemendag. Foto: dok Biro Humas Kemendag.

100 Hari Kerja, Pelaku Usaha Berikan Nilai Biru untuk Rapor Mendag Zulhas

Husen Miftahudin • 26 September 2022 11:21
Jakarta: Kinerja 100 hari Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mendapatkan hasil positif dari para pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasi lintas usaha. Kementerian Perdagangan (Kemendag) di bawah pimpinan Zulhas mendapat nilai biru.
 
Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tofan Mahdi berharap Kemendag di bawah pimpinan Zulhas terus mendukung keberlanjutan usaha perkelapasawitan di Tanah Air.
 
"Harapan kami adalah bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan agar selalu mendukung keberlanjutan usaha perkelapasawitan di Indonesia baik di sektor hulu maupun hilir," kata Tofan dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 26 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tofan menerangkan, dukungan Mendag Zulhas terkait keberlanjutan usaha perkelapasawitan diperlukan lantaran sektor kelapa sawit ini telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
 
"Jika sektor kelapa sawit sudah hampir dua dekade telah terbukti menjadi tulang punggung  perekonomian nasional khususnya dalam kontribusinya terhadap pendapatan devisa ekspor, pendapatan pajak, dan penyerapan tenaga kerja," paparnya.
 
Ia menekankan, pentingnya menjaga keberlanjutan usaha perkelapasawitan di Tanah Air lantaran saat ini terdapat 17 juta petani dan pekerja di sektor kelapa sawit. "Ada 17 juta petani dan pekerja di sektor kelapa sawit. Ini harus dijaga keberlanjutan usahanya. Atas dasar itu, kami siap mendukung dan melaksanakan kebijakan Mendag terkait komoditas minyak sawit," terang Tofan.
 
Pencapaian Mendag Zulhas
 
Dalam paparan 100 hari kinerjanya sebagai Mendag, Zulhas memaparkan lima pencapaian yang diraihnya. Pertama, keberhasilan menstabilisasi ketersediaan bahan pokok.
 
Khusus harga minyak goreng, Zulhas menyebut tingkat keberhasilannya mencapai 101,4 persen. Dari harga minyak goreng yang semula Rp16.400 per liter, kini telah turun di bawah harga eceran tertinggi menjadi rata rata Rp13.800 per liter. Selain itu, ketersediaan minyak goreng curah rakyat, telah mencapai 97,05 persen.
 
"Menjaga ketersediaan bahan pokok khususnya pangan secara merata dengan harga terjangkau oleh masyarakat adalah tugas Kementerian Perdagangan," tegas dia.
 
Baca juga: Mendag Klaim Berhasil Stabilkan Harga Pangan di 100 Hari Kerja, Apa Iya?

 
Zulhas juga menyebut, kinerjanya telah menjadikan perkembangan inflasi secara tahunan (year on year) pada Agustus 2022 masih di level aman yaitu 4,69 persen dengan kisaran target 2022 pada rentang dua sampai empat persen.
 
Kedua adalah surplusnya neraca perdagangan dan peningkatan volume ekspor. Neraca perdagangan Januari sampai Agustus terhitung surplus Rp34,92 miliar. Sedangkan total ekspor Januari hingga Agustus Rp194,60 miliar. Angka ekspor itu meningkat sekitar 34,42 persen dibandingkan 2021.
 
Ketiga keberhasilan Kemendag dalam penandatanganan IUAE-CEPA (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement). Hasilnya, tarif bea masuk dari yang tadinya 25 persen menjadi nol persen.
 
Keempat, Kemendag berhasil menindak sejumlah barang yang tidak sesuai standar dan ketentuan. Ada tiga penindakan, di antaranya penyegelan produk baja yang tidak sesuai standar senilai Rp41,68 miliar. Lalu Kemendag memusnahkan 750 bal pakaian bekas impor senilai Rp8,5 miliar. Sementara itu inspeksi produk hewani ex-impor pelanggar aturan senilai Rp120,5 miliar.
 
Kelima terkait integritas Kemendag, Zulhas telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) penegakan hukum dan pencegahan korupsi bersama dengan Kejaksaan Agung untuk lebih meningkatkan akuntabilitas birokrasi Kemendag.
 
Sejumlah asosiasi turut hadir dan mendukung Mendag Zulhas saat memaparkan kinerjanya dalam 100 Hari Kerja di Kantor Kemendag kemarin. Mereka antara lain, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), PT RNI, dan Bulog.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif