Mendag Zulkifli Hasan dalam pertemuan terkait Kinerja 100 Hari. Foto: dok Biro Humas Kemendag.
Mendag Zulkifli Hasan dalam pertemuan terkait Kinerja 100 Hari. Foto: dok Biro Humas Kemendag.

Mendag Klaim Berhasil Stabilkan Harga Pangan di 100 Hari Kerja, Apa Iya?

Husen Miftahudin • 26 September 2022 10:52
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengklaim telah berhasil melaksanakan mandat Presiden Joko Widodo, terutama dalam menstabilkan harga komoditas pangan.
 
Sejak memulai kinerjanya pada 15 Juni 2022, dalam 100 hari, pasokan barang kebutuhan pokok aman dengan harga yang stabil sehingga masyarakat lebih tenang dan sejahtera. Mandat meningkatkan dan memperluas pasar ekspor juga berhasil dijalankan dengan baik sehingga mencatat surplus kinerja neraca perdagangan.
 
Dalam bidang perdagangan dalam negeri, Zulhas juga mengklaim telah berhasil menjaga stabilitas harga minyak goreng curah yang sebelumnya bergejolak sebesar Rp16.400 per liter kini menjadi stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp14 ribu per liter dan tersedia di 34 provinsi.
 
Bahkan pada 21 September 2022, harga rata-rata nasional minyak goreng curah tercatat sebesar Rp13.800 per liter. Selain itu, minyak goreng dengan merek Minyakita telah tersedia di 33 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat dengan harga sesuai HET.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada saat saya dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada 15 Juni 2022, janji saya kepada Presiden adalah dalam satu bulan akan menurunkan harga dan menyediakan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Alhamdulillah, dalam waktu dua minggu saya bertugas, harga minyak goreng kemasan sederhana mulai turun sesuai dengan HET yaitu sebesar Rp14 ribu per liter," terang Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangan resminya, Senin, 26 September 2022.
 
Selain itu, pada 21 September 2022, harga bahan kebutuhan pokok juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan 15 Juni 2022. Harga 10 barang kebutuhan pokok yang turun yaitu daging sapi, cabai merah besar, cabai rawit keriting, cabai rawit merah, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng kemasan sederhana, gula pasir, dan minyak goreng curah.
 
Dalam bidang perdagangan luar negeri, Mendag Zulkifli Hasan berhasil menjaga kinerja perdagangan Indonesia tetap surplus. Pada Agustus 2022, neraca perdagangan mengalami surplus sebesar USD5,76 miliar. Sementara pada Januari-Agustus 2022 surplus Indonesia mencapai USD34,92 miliar. Pada periode ini, ekspor nonmigas Indonesia tercatat sebesar USD194,60 miliar, atau naik 35,42 persen dibanding periode yang sama 2021.
 
Ekspor ke negara mitra utama juga terus mengalami peningkatan dibandingkan 2021. Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor terbesar senilai USD39,08 miliar, berkontribusi sebesar 21,27 persen terhadap total ekspor nonmigas. Sementara ekspor ke India mengalami kenaikan tertinggi mencapai 93,79 persen secara tahunan (yoy).
 
Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga Beras Tetap Terkendali, Alasannya...

 
Untuk meningkatkan ekspor nonmigas, Mendag Zulkifli Hasan telah melakukan berbagai strategi dengan membuka akses pasar global melalui berbagai perundingan perdagangan internasional. Di antaranya melalui Penandatanganan Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 1 Juli 2022, pengesahan Undang-undang tentang perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), dan Pengesahan Undang-undang tentang Perjanjian Indonesia-Korea CEPA pada 30 Agustus 2022.
 
Zulhas juga memimpin pertemuan Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20 Presidensi Indonesia di Nusa Dua, Badung, Bali. Di sela pertemuan tersebut, Mendag Zulkifli Hasan mengadakan pertemuan bilateral dengan 13 negara mitra G20 yang menghasilkan kontrak dagang sebesar hampir USD1 miliar dengan Korea Selatan, India, Australia, dan Uni Emirat Arab.
 
Ia mengklaim telah melakukan berbagai promosi ekspor produk unggulan Indonesia. Promosi tersebut diantaranya dengan melakukan misi dagang Indonesia ke India pada 21-22 Agustus 2022 lalu. Misi dagang ini berhasil mencatatkan 22 kesepakatan dagang dengan nilai total mencapai USD3,2 miliar diantaranya untuk produk sawit, olein, kertas, dan batu bara.
 
Mendag juga menyampaikan perlu segera menggarap pasar Afrika, Asia Tengah, Selatan dan Timur Tengah. "Negara-negara seperti Mesir, India, Pakistan, Bangladesh, dan Arab Saudi memiliki kemampuan daya beli tinggi. Potensi pasar produk Indonesia masih terbuka untuk dikembangkan. Ke depannya saya berharap Indonesia dapat membuka banyak supermarket dì sana," papar Zulhas.
 
Khusus komoditas kelapa sawit (CPO), Mendag menerbitkan kebijakan untuk meningkatkan ekspor sawit dan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang sempat terganggu. Kebijakan tersebut di antaranya dengan melakukan penghapusan sementara pungutan ekspor (PE) menjadi nol dan pengenaan bea keluar yang lebih kecil terhadap CPO, serta beberapa kebijakan penyesuaian lainnya untuk mempercepat ekspor CPO.
 
Di bidang perlindungan konsumen, Mendag Zulkifli Hasan menyatakan pentingnya memastikan barang yang beredar aman bagi konsumen. Untuk itu, Kemendag telah mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang tidak mematuhi peraturan dan standar yang berlaku melalui kegiatan pengawasan.
 
"Pengawasan sangat penting dilakukan untuk menjaga keselamatan konsumen dari produk-produk yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan aturan lainnya. Kita telah berhasil melakukan penyegelan produk baja tidak memenuhi persyaratan mutu SNI senilai Rp41,68 miliar di Kabupaten Serang, Banten; pemusnahan 750 bal pakaian bekas yang diduga asal impor senilai Rp8,5 miliar di Kawasan Pergudangan Gracia, Karawang, Jawa Barat; dan melakukan inspeksi terhadap perusahaan diduga pelanggaran impor produk hewan sebanyak 2.735,3 ton senilai Rp120,5 miliiar," pungkas Zulhas.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif