NEWSTICKER
Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumentasi Medcom
Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumentasi Medcom

Penataan Logistik Indonesia Masih Kalah dari Negara ASEAN

Ekonomi logistik kemudahan berusaha
Nur Azizah • 18 Maret 2020 13:23
Jakarta: Penataan logistik Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Berdasarkan logistic performance index 2018, Indonesia menduduki peringkat 46.
 
Peringkat itu masih kalah bila dibandingkan dengan India yang duduk di peringkat 44 dan Malaysia di urutan 41. Sedangkan Vietnam, di peringkat 39, dan Thailand di urutan 32.
 
"Kita masih di bawah Singapura di peringkat 7. Tiongkok di peringkat 26," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi menuturkan peringkat trading across borders Indonesia belum ada perkembangan. Faktor ini memengaruhi peringkat Ease of Doing Business (EoDB) atau kemudahan berbisnis di Indonesia yang masih di urutan 116 dalam dua tahun terakhir.
 
Baca:Minyak Dunia Merosot, Jokowi Minta Kalkulasi Harga BBM
 
Jokowi menilai situasi itu lantaran penataan logistik Indonesia belum efisien dari sisi waktu maupun biaya. Padahal, masalah ini sudah dibicarakan tiga hingga empat tahun yang lalu.
 
"Biaya logistik di Indonesia tertinggi dibandingkan lima negara ASEAN yang lain. Padahal biaya logistik, biaya transportasi merupakan komponen terbesar dan transportasi yang tidak reliable membuat biaya inventori semakin meningkat," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
Jokowi menyingung lagi soal ruwetnya birokrasi. Menurut dia, perlu adanya penyesuaian aturan dalam penataan ekosistem logistik.
 
"Hapus repetisi, duplikasi sederhanakan proses dan lakukan standarisasi layanan dan standar teknis lainnya. Ini memang pekerjaan lapangan yang tidak mudah tapi sekali lagi kita harus berani merancang platform logistik terintegrasi," tegas dia.
 

(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif