Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) PT Rekayasa Industri (Rekind). Foto Istimewa.
Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) PT Rekayasa Industri (Rekind). Foto Istimewa.

Dukung Ketahanan Pangan Lewat Aliran Gas untuk Industri Pupuk

Husen Miftahudin • 25 Januari 2023 21:35
Jakarta: Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) mulai menuai hasil positif. Perlahan tapi pasti perusahaan mulai bergerak menopang program pemerintah, khususnya dalam menunjang kekuatan di sektor ekonomi dan ketahanan pangan.
 
Hal itu tercermin dari gas bumi dari Lapangan Unitisasi JTB yang mulai mengalir ke PT Petrokimia Gresik di Jawa Timur, termasuk anak-anak usahanya. Rencananya, Petrokimia Gresik akan menyerap gas bumi sebesar 15-17 MMSCFD. Dalam penyaluran gas dari Lapangan JTB, aliran gas ini memanfaatkan pipa transmisi Gresik-Semarang yang dikelola oleh afiliasi subholding gas, yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas).
 
"Mahakarya Rekind di Proyek Lapangan JTB kini mulai dirasakan kontribusinya, terutama dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan ketahanan pangan yang tengah gencar digaungkan pemerintah," kata Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lapangan Gas JTB yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia. Dari target 172 MMSCFD yang ditetapkan pemerintah, justru melalui kompetensi Rekind, JTB bisa menghasilkan sales gas sebesar 192 MMSCFD. Artinya, ada selisih tambahan keuntungan untuk negara sebesar 20 MMSCFD.
 
Sedikit gambaran, 1 MMSCFD setara dengan kurang lebih 25 ribu liter Bahan Bakar Minyak (BBM). Jadi, kalau 20 MMSCFD berarti ada sekitar 500 ribu liter BBM per hari sebagai bentuk sumbangsih Rekind dalam meningkatkan pendapatan negara.
 
Baca juga: Wapres Paparkan Upaya Perkuat Sektor Pertanian di Tengah Krisis

 
Selain itu sejak dilakukan tender, Rekind mampu membuat harganya terkendali. Dari sisi capital expenditure (capex), proyek pemurnian gas ini mampu mengurangi capex sebesar USD200 juta.
 
Selain menggandeng tenaga kerja lokal, di proyek JTB Rekind sudah menunjuk 268 vendor lokal dengan nilai kontrak sebesar Rp3,25 triliun. Di proyek ini juga, Rekind mampu menghasilkan nilai TKDN sebesar 40,69 persen, lebih tinggi dari komitmennya sebesar 40,03 persen.
 
"Melalui kompetensi, komitmen, dan inovasi yang kami kembangkan, Rekind selalu siap men-support penuh pemerintah guna mewujudkan harapan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan ketahanan energi dan ketahanan pangan bangsa," pungkasnya.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif