Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Foto: Istimewa
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Foto: Istimewa

Erick Thohir Instruksikan 84 Dirut BUMN Pakai Kendaraan Listrik

Annisa ayu artanti • 14 September 2022 11:29
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginstruksikan kepada 84 direktur utama perusahaan BUMN untuk mendukung percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk transportasi jalan.
 
Hal itu tercantum dalam surat menteri BUMN nomor S-565/MBU/09/2022 tanggal 12 September 2022. Dalam surat itu Erick mengatakan, pemerintah Indonesia telah berkomitmen dalam mempercepat transisi energi berkelanjutan antara lain melalui penetapan target bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025, serta pemenuhan Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
 
"BUMN sebagai salah satu pilar ekonomi nasional memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengimplementasikan komitmen pemerintah tersebut di atas, antara lain melalui percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai seperti pada kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat," tulis Erick Thohir, dikutip Rabu, 14 September 2022.
 
Baca juga: Demi Tekan Anggaran Subsidi BBM, Luhut Siapkan Insentif untuk Kendaraan Listrik

Berkenaan dengan pelaksanaan program battery electric vehicle itu, Erick meminta seluruh direktur utama hingga jajaran direksi serta petinggi perusahaan BUMN untuk menggunakan kendaraan listrik.
 
"Meningkatkan penggunaan berbagai jenis battery electric vehicle di lingkungan grup perusahaan di antaranya sebagai kendaraan dinas direksi dan pimpinan perusahaan, kendaraan operasional perusahaan baik kendaraan roda dua maupun roda empat, dan program kepemilikan kendaraan bagi karyawan (car
ownership 
program)," ujarnya.
 
Selain itu, Erick juga meminta BUMN untuk mengalokasikan sumber daya di lingkungan Grup Perusahaan, di antaranya penyediaan anggaran untuk mendukung percepatan pelaksanaan program battery electric vehicle.
 
Adapun pelaksanaan dua kegiatan tersebut ditekankan untuk tetap memperhatikan asas manfaat.
 
Berikut 84 BUMN yang mendapat instruksi dari Erick Thohir:
  1. Perum Bulog.
  2. Perum DAMRI.
  3. Perum Jasa Tirta I.
  4. Perum Jasa Tirta II.
  5. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara.
  6. Perum LPPNPI.
  7. Perum Percetakan Negara Republik Indonesia.
  8. Perum Percetakan Uang Republik Indonesia.
  9. Perum Perhutani.
  10. Perum Perumnas.
  11. Perum PPD.
  12. Perum Produksi Film Negara.
  13. PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
  14. PT Amarta Karya (Persero).
  15. PT ASABRI (Persero).
  16. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
  17. PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
  18. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).
  19. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).
  20. PT Balai Pustaka (Persero).
  21. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  22. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  23. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  24. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
  25. PT Barata Indonesia (Persero).
  26. PT Bina Karya (Persero).
  27. PT Bio Farma (Persero).
  28. PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).
  29. PT Boma Bisma Indra (Persero).
  30. PT Brantas Abipraya (Persero).
  31. PT Danareksa (Persero).
  32. PT Djakarta Lloyd (Persero).
  33. PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero).
  34. PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero).
  35. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
  36. PT Hutama Karya (Persero).
  37. PT Iglas (Persero).
  38. PT Indah Karya (Persero).
  39. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).
  40. PT Indra Karya (Persero).
  41. PT Industri Kapal Indonesia (Persero).
  42. PT Industri Kereta Api (Persero).
  43. PT Industri Nuklir Indonesia (Persero).
  44. PT Industri Sandang Nusantara (Persero).
  45. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero).
  46. PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
  47. PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).
  48. PT Kawasan Industri Makassar (Persero).
  49. PT Kawasan Industri Medan (Persero).
  50. PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero).
  51. PT Kereta Api Indonesia (Persero).
  52. PT Kertas Kraft Aceh (Persero).
  53. PT Kertas Leces (Persero).
  54. PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).
  55. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
  56. PT LEN Industri (Persero).
  57. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).
  58. PT PANN (Persero).
  59. PT PDI Pulau Batam (Persero).
  60. PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
  61. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).
  62. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
  63. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero).
  64. PT Perkebunan Nusantara III (Persero).
  65. PT Pertamina (Persero).
  66. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
  67. PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).
  68. PT Pos Indonesia (Persero).
  69. PT Primissima (Persero).
  70. PT Pupuk Indonesia (Persero).
  71. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).
  72. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero).
  73. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.
  74. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
  75. PT Semen Kupang (Persero).
  76. PT TASPEN (Persero).
  77. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
  78. PT Varuna Tirta Prakasya (Persero).
  79. PT Virama Karya (Persero).
  80. PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
  81. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
  82. PT Yodya Karya (Persero).
  83. PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung.
  84. PT Surabaya Industrial Estate Rungkut.

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif